BMKG: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Picu Gelombang Tsunami

Ilustrasi: Alat pendeteksi tsunami.

JAKARTA – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tak meyebabkan adanya anomali perubahan permukaan air laut.

“Sejak 10 April 2020 pukul 22.00 WIB tadi malam hingga pagi ini 11 April 2020 pukul 05.00 WIB tak ada anomali perubahan muka laut,” kata Daryono, Sabtu (11/4/2020), dikutip CNNIndonesia.com.

Daryono juga menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam tak memicu terjadinya gelombang tsunami.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau erupsi pada Jumat malam pukul 21.58 WIB dan menghasilkan kolom abu setinggi 657 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.

Pantauan PVMBG juga terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau tak dinaikkan dan masih level II (Waspada). BNPB juga meminta masyarakat tak perlu panik karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mereda.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau berada dalam status aktivitas Level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019 lalu. Status itu mengalami peningkatan sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.

Terdapat empat level aktivitas gunung berapi, yaitu normal (tidak ada perubahan secara visual dan seismik), waspada (menunjukkan peningkatan aktivitas), siaga (terjadi peningkatan seismik secara intensif dan terlihat secara visual), dan awas (sedang dalam kondisi kritis dan dapat menimbulkan bencana).

Advertisement