Korut: Presiden Kim Terluka?

Ilustrasi Presiden Korut KIm Jong Un dan isterinya,Ri Sol Ju dalam suatu upacara. Kondisi Kim masih misteri menyusul spekulasi tentang kematiannya pasca operasi jantung pertengahan April lalu.

KETERTUTUPAN, apalagi menyangkut tokoh dunia yang kontroversial  dan selalu memicu gossip, desas-desus atau spekulasi, baik dari para pendukung atau pemujanya, mau pun lawan-lawan atau pembencinya.

Itu yang agaknya terjadi mengenai sosok pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un yang tidak diketahui keberadaan dan kondisinya yang seolah-olah “raib”, tidak muncul di depan publik sejak pertengahan April lalu.

Kantor Berita resmi Korut, KCNA juga bungkam, tidak berupaya menangkal pemberitaan negatif yang beredar di luar negeri mengenai nasib Kim Jong Un atau membenarnya apa yang terjadi padanya.

Dari berbagai sumber, Jong Un diberitakan baru saja menjalani operasi jantung yang dideritanya, lalu memilih berdiam di vilanya di luar kota Pyongyang.

Sementara harian resmi Korut, Rodon Sinmun (Harian  Buruh)  memberitakan, pemimpin besar mereka baik-baik saja dan baru-baru ini meninjau industri destinasi wisata di Wonsan, pantai timur laut negara itu.

Spekulasi paling ramai muncul karena ketidak hadirannya pada peringatan HUT-108 kakeknya, sekaligus bapak bangsa Korut, Kim Il Sung, 15 April lalu. Sebelumnya, ia dan setiap presiden Korut pasti hadir di acara peringatan “Sun Rise” atau kebangkitan nasional bangsa itu.

Isu terakhir, seorang pembelot Korut yang saat ini minta suaka di di AS, Lee Jeong Ho kepada harian the Mirror (27/4) menyebutkan, Presiden Korut itu terluka saat uji coba peluncuran rudal di suatu tempat pada 14 April lalu.

Disebutkan, saat itu Korut meluncurkan beberapa rudal anti-kapal jarak pendek ke laut, sementara jet-jet tempur Sukhoi SU-27 menembakkan rudal dari udara ke darat.

Kemungkinan, menurut Lee, Pesiden Kim terkena serpihan rudal atau kobaran api yang ditimbulkan akibat kejadian tidak terduga dalam uji coba rudal tersebut sehingga menyebabkan ia dalam kondisi koma.

Spekulasi kematian Kim Jong Un kemudian memicu isu tentang sosok penggantinya, sesuatu yang tidak pernah dibahas dalam tradisi rezim dinasti Kim bertangan besi dan turun-temurun di negara itu.

Adik perempuannya, Kim Yo Jong (31) yang saat ini memimpin bidang propaganda dan agitasi dan ajuga sering mendampingi Kim Jong Un di acara-acara kenegaraan penting merpakan kandidat paling kuat jika persiden berhalangan tetap atau meningggal.

Entah sampai kapan spekulasi tentang Kim berlanjut, mungkin ia sedang berada di vilanya, santai, sambil mengamati pemberitaan mengenai dirinya? Mungkin saja, Wallahua’lam!

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement