Netanyahu Kembali Tegaskan Tidak Akan Beri Status Kewarganegaraan Bagi Warga Palestina di Lembah Yordania

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kembli pada Rabu (10/6/2020) jika orang-orang Palestina yang tinggal di Lembah Yordania tidak akan dapat status kewarganegaraan Israel.

Mereka menurut Netanyahu, akan tetap berada pada tempat yang disebut “kantong permukiman” setelah Israel menganeksasi wilayah itu, yang kemungkinan akan dimulai sedini 1 Juli.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel Hayom, yang dipantau VOA, Netanyahu mengatakan, orang-orang Palestina di Lembah Yordania, termasuk penduduk kota Jericho, akan tetap berada di bawah pemerintahan terbatas Palestina namun Israel memiliki kontrol keamanan sepenuhnya.

Rencana Trump akan memberi Palestina status kenegaraan yang terbatas di kantong-kantong permukiman yang berpencaran dan dikelilingi Israel, jika Palestina memenuhi serangkaian panjang persyaratan. Israel menyambut rencana itu, sementara Otorita Palestina, yang memerintah sebagian kawasan di Tepi Barat, dengan marah menolaknya, dan memutuskan hubungan dengan Israel dan AS.

Netanyahu mengatakan, jika Palestina menerima semua persyaratan yang tercantum dalam rencana itu, termasuk ketentuan Israel menguasai sepenuhnya kontrol keamanan, ”mereka akan memiliki entitas sendiri yang digambarkan Presiden Trump sebagai negara.“

Sementara itu Otoritas Palestina mengatakan, pihaknya kini tidak lagi terikat oleh kesepakatan yang ditandatangani dengan Israel dan AS, dan telah mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel.

 

Advertisement