Penambahan Kasus Corona di Pasar Terus Meningkat, IKAPPI: 12 Juta Pedagang Lebih Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Ilustrasi Petugas Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, melakukan rapid test dan swab terhadap 66 pedagang di Pasar Perumnas Klender, Jumat (29/5/2020)/ Antara

JAKARTA – Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Dimas Hermadiyansyah mengatakan, telah terjadi penambahan kasus Covid-19 di 110 pasar Indonesia.

Penambahan baru sebanyak 44 orang dinyatakan positif Covid-19 dan sebanyak 3 meninggal dunia.

“Dengan bertambahnya kasus Covid-19 di Pasar yang kini mencapai 573 orang positif dan 32 orang meninggal yang tersebar di 110 pasar seluruh Indonesia,” kata Dimas, Selasa (15/6/2020).

Jumlah pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 13.450 pasar. Dari jumlah tersebut menampung sebanyak 12,3 juta pedagang belum termasuk para pemasok barang, pedagang kaki lima (PKL), kuli panggul, serta jejaring rantai di pasar tradisional.

Dengan bertambahnya temuan kasus positif Covid-19 di pasar tradisional, kata Dimas, mata pencaharian 12 juta lebih pedagang terancam hilang.

Oleh karena itu, pelaksanaan protokol kesehatan di pasar harus secara intensif disosialisasikan, serta pelaksanaan program bantuan penyediaan masker maupun hand sanitizer untuk pedagang, serta penyemprotan disinfektan secara rutin di saat pasar berhenti beroperasi.

Dia melanjutkan, sebagaimana dilansir iNews, IKAPPI sedang dan terus berikhtiar melakukan langkah-langkah koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait agar ada peran serta dari seluruh komponen masyarakat untuk ikut bergotong-royong melawan Covid 19 di pasar\.

“Kita berharap bisa bersama-sama menjaga agar pasar aman dan nyaman untuk di kunjungi serta mata pencaharian 12 juta lebih masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional terselamatkan,” katanya.

Advertisement