Korban Tewas Banjir Bandang Luwu Utara Bertambah jadi 19 Orang

Ilustrasi Respon Dompet Dhuafa di lokasi banjir bandang luwu utara/ Instagram DD

LUWU UTARA – Korban tewas banjirbandang di Luwu Utara bertambah hingga 19 orang setelah ada tiga jenazah lagi ditemukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari, mengatakan total korban meninggal hingga Rabu (15/7) pukul 14.00 WITA sebanyak 19 orang. Saat ini, kata Mustari, tim gabungan masih terus melakukan pencarian.

Selain korban jiwa, banjir tersebut membuat 223 unit rumah di sejumlah kecamatan di Luwu Utara rusak parah.

“Data sementara, jumlah rumah hanyut sebanyak 10 unit, dan rumah yang tertimbun pasir bercampur lumpur dan air sebanyak 213 unit,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Ni’mal Lahamang, dilansir Antara.

Dari laporan dan pendampingan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), Basarnas, dan tim lainnya, ada enam kecamatan terdampak banjir. Yakni, Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, Malangke Barat.

Banjir itu juga menyisakan timbunan lumpur disertai pasir yang mengering setinggi 1-2 meter di Masamba, 3-4 meter di Desa Rada, Kecamatan Baebunta, serta 3-4 meter timbunan lumpur di Kecamatan Sabbang, Desa Malimbu dan Desa Salama.

 

Advertisement