ASI Itu Penting

ilustrasi Ibu Menyusui

Memiliki bayi yang sehat dan menggemaskan tentu sangat senang rasanya. Ingin rasanya semua kebutuhan gizinya dipenuhi dengan baik.

Ternyata ada satu cara mudah dan murah untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi, cukup dengan memberinya Air Susu Ibu (ASI) saja.

Menyusui dengan ASI adalah cara alamiah yang direkomendasikan untuk diberikan kepada semua bayi. Dan ASI merupakan makanan dan minuman yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan (secara eksklusif atau hanya ASI saja) dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI.

Bayi usia 0-6 bulan tidak memerlukan air atau makanan lainnya (seperti air teh, jus, air gula, air beras, susu lain dan bubur), walaupun berada di daerah yang beriklim panas sekalipun, ASI sudah memenuhi seluruh kebutuhan bayi. Jadi seorang ibu harus menyusui dengan ASI kepada bayinya secara eksklusif saat bayi berumur 0 – 6 bulan. Sedangkan makanan pendamping ASI hanya diberikan saat bayi berumur 7 – 24 bulan.

Sangat disayangkan, masih banyak ibu Indonesia memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hanya selama 2 bulan saja. Ini terungkap dari Survey Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 di wilayah DKI Jakarta. Survey ini menyatakan hanya 14 % bayi mendapat ASI eksklusif selama 4-6 bulan.

Untuk ini diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI secara menyeluruh, agar sang ibu tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan emas yang dianugerahi Allah untuk bayinya.

Terdapat 2 alasan kuat untuk menjelaskan kenapa ASI sangat penting untuk bayi.

Alasan pertama, seorang ibu menyusui ASI kepada bayinya merupakan perintah Allah SWT sebagai sebuah ibadah.

Di dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 233, Allah SWT berfirman, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” Dan dalam surat Al-Ahqaf ayat 15, Allah SWT juga berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS Al-Ahqaf : 15)

Jelas menyusui bayi merupakan sebuah ibadah dan bagian melaksanakan perintah Allah SWT. Kedudukannya sama dengan melaksanakan ibadah yang lainnya, seperti melaksanakan ibadah sholat dan puasa.

Bahkan apabila seorang ibu tidak memungkinkan untuk menyusui ASI kepada bayinya secara langsung karena alasan yang tepat dan benar, harus digantikan oleh ibu persusuan. Terdapat penjelasan tentang ibu persusuan dari Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 233, yaitu “Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Alasan kedua, ASI sangat penting karena menyusui dengan ASI sangatlah banyak memberikan manfaat. Manfaat dari menyusui ASI ini sangat dirasakan oleh bayi dan ibu, keluarga dan negara.

Salahsatu manfaat terbesar dari memberikan ASI kepada bayi adalah adalah dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi pasca melahirkan serta meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat (dapat menurunkan angka kesakitan dan permasalahan gizi kurang-buruk pada bayi).

Dengan menyusui ASI pada bayinya, keluarga dapat menghemat pengeluarannya (tidak memerlukan membeli susu formula, botol dan dot serta tidak memerlukan pengeluaran untuk membeli gas dan air bersih) sehingga anggaran ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Dan buat keluarga dhuafa/miskin, dengan meyusui ASI akan menghindari beban ekonomi tambahan.

Untuk negara, kegiatan menyusui ASI selain meningkatkan kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak (KIA) juga dapat mengurangi beban limbah dari kaleng-kaleng susu formula yang digunakan serta mencegah masyarakat dari penggunaan susu formula palsu yang beredar di pasaran yang dapat membahayakan si bayi.

Untuk itu, mari kita galakkan memberi ASI kepada bayi selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas. #dari berbagai sumber

*dr. Yahmin Setiawan, MARSDirut Rumah Sehat Terpadu DD

Advertisement