JAKARTA – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mempertanyakan kredibilitas komunitas internasional, karena tak dapat mengambil satu pun tindakan efektif menghadapi sikap keras kepala Israel atas pendudukannya di Palestina dan beberapa wilayah negara Arab (Mesir, Yordania dan Suriah).
Dilansir dari rmol, dalam pidatonya melalui video pada sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sheikh Tamim menilai, dunia internasional dan PBB gagal menegakkan resolusi terhadap berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Palestina dan perluasan pembangunan permukiman.
Dia malah menuduh Israel melakukan pelanggaran yang sangat jelas terhadap resolusi internasional dan solusi dua negara yang disepakati dunia internasional.
“Komunitas internasional tidak mengambil tindakan efektif apapun dalam menghadapi sikap keras kepala Israel, yang terus melakukan pendudukan di tanah Palestina dan Arab, melakukan pengepungan yang mencekik di Jalur Gaza, [dan] kebijakan permukiman yang meluas,” kata Sheikh Tamim, dikutip kantor berita Qatar, Al Jazeera.
“Perdamaian hanya dapat dicapai, jika Israel mematuhi kerangka acuan dan resolusi internasional yang diterima oleh negara-negara Arab, dan yang menjadi dasar dari Inisiatif Perdamaian Arab,” lanjut Emir yang kini genap berusia 40 itu.
Inisiatif Perdamaian Arab (Arab Peace Initiative) adalah usulan yang diajukan Arab Saudi pada 2002. Isinya, menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel bila Israel mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina, pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dan Yerusalem Timur menjadi bagian Palestina, sekaligus sebagai ibukotanya. Juga memberikan solusi yang adil bagi pengungsi Palestina.





