Kasus Corona di Israel Makin Meningkat, Yerusalem Jadi Pusat Penularan Tertinggi

Ilustrasi Yerusalem/ liputan6.com

YERUSALEM –  Yerusalem tercatat sebagai pusat penularan virus corona di wilayah Israel yang menjadi salah satu negara yang menghadapi pandemi virus corona terburuk di dunia.

Pembatasan jarak akibat merebaknya kembali virus corona mulai berlaku hari Jumat pekan lalu,  sebingga  banyak bisnis ditutup, pertemuan besar dilarang dan warga diperintahkan tetap berada di rumah.

Seorang warga kota tua Yerusalem, Moamar Sider mengatakan, “Saya berusia 70 tahun lebih. Saya belum pernah melihat hal seperti ini. Saya pergi ke apotek dan ternyata tutup, semua toko tutup.”

Secara keseluruhan, Israel mencatat sekitar 200.000 orang tertular virus corona dan lebih dari 1.300 meninggal.

Kementerian Kesehatan tidak memisahkan angka-angka itu berdasarkan kelompok penduduk.

Wilayah keagamaan termasuk Kota Tua dan lingkungan Yahudi Ortodoks sebagian terpukul karena mereka cenderung lebih miskin dan padat, tetapi juga karena gaya hidup bersama yang erat dalam kelompok.

Ala Haddad, seorang penduduk Kota Tua menuduh pemerintah Israel lebih menekan komunitas Arab daripada Yahudi.

“Mereka menutup gerbang untuk orang Muslim dan ada invasi ke alun-alun masjid Al-Aqsa oleh para pemukim,” kata Haddad.

Hanya warga Muslim di Kota Tua pada hari Jumat diijinkan melakukan sholat Jumat di lingkungan masjid Al-Aqsa.

Orang-orang Yahudi yang agamis sering mengunjungi tempat ini dengan pengawasan ketat oleh polisi.

 

Advertisement