Warga Probolinggo Lempari Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19

Ilustrasi pemakaman pasien corona/ kompas.com

PROBOLINGGO – Sejumlah warga di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menolak pemakaman pasien positif covid-19 yang meninggal.

Penolakan dilakukan dengan melempari ambulans dengan batu saat Satgas Penanganan Covid-19 dan petugas medis setempat saat membawa jenazah pasien terindikasi Covid-19, Minggu (4/10/2020).

Puluhan warga menolak prosedur pemakaman salah satu warga yang meninggal dengan protokol kesehatan Covid-19. Warga yang meninggal adalah pria berusia 70 tahun dengan keluhan sesak nafas menahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tes cepat atau rapid test, warga tersebut terindikasi positif Covid-19, sementara hasil pemeriksaan yang lebih akurat menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab belum keluar.

“Awal masuk di RS Rizani Paiton itu sudah dites rapid dan reaktif, tapi hasil swab belum keluar. Indikasi memang probable atau suspek Covid-19, ” kata Camat Pakuniran, Hari Pribadi, diloaporkan CNNIndonesia TV, Senin (5/10/2020).

Menurut Hari, warga melakukan hal tersebut karena masih menganggap bahwa Covid-19 adalah aib.

Beruntung aksi warga tersebut berhasil dihentikan saat petugas gabungan dan ambulans meninggalkan lokasi kejadian, dan jenazah warga yang terindikasi Covid-19 itu dimakamkan tanpa protokol kesehatan, dan keluarga memilih memakamkan sendiri seperti biasa.

Advertisement