SUBANG-Longsor yang terjadi di Kabupaten Subang, mengancam rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi dua rumah warga terancam.
Di Cimerta Kelurahan Pasirkareumbi Kecamatan Subang bantaran Sungai Cileuleuy ambruk sepanjang 25 meter dengan ketinggian 15 meter. Sedangkan di Cibitung Kecamatan Ciater, tembok penahan tebing hancur mengakibatkan rumah warga rusak ringan.
Longsor yang melanda dua daerah itu terjadi saat hujan deras. Di Cimerta, hujan deras menyebabkan debit air sungai melonjak.
Ketinggian bantaran sungai yang ambruk 15 meter dan pajangnya 25 meter. Selain itu lebar bagian yang ambruk mencapai lima meter, mengancam satu rumah warga. Malahan posisi tanah longsor sudah mepet dengan rumah warga, dan bagian halamannya sudah ada yang retak-retak.
Seperti diberitakan PR Online Kamis (31/3), beberapa tahun lalu amblesnya bantaran sungai pernah terjadi pula sekitar tahun 2010. Namun bagian yang ambles tidak luas, sehingga bisa ditangani dengan membuat beton dan rucuk bambu. “Sekarang parah, bantaran yang amblas cukup luas. Ketinggian bantaran dari atas hingga bawah sungai sekitar 15 meter, panjang 25 meter,”kata Agus salah seorang warga.
Ia berharap Pemkab Subang ada melakukan penanganan. Selain mengancam rumahnya, bila tak segera ditangani dikhawatirkan bisa mengancam jembatan. Sebab bagian lahan di pinggiran jembatan sudah ada yang amblas, tergerus aliran sungai.
Longsor melanda pula wilayah Cibitung Kecamatan Ciater. Akibat hujan deras bagian tembok penahan tebing di belakang SD Cibitung ambruk hingga menyebabkan satu rumah warga milik Rohaenah di belakang sekolah mengalami rusak ringan, dan satu rumah lagi terancam. “Yang ambruk TPT di belakang SD Cibitung, tingginya tiga meter. Posisi rumah yang terkena dan terancam lebih rendah dari sekolah, reruntuhan dari TPT itu mengenai satu rumah warga,” tutur Kepala Dinas Tata Ruang, Pemukiman, dan Kebersihan, Saad Abdul Ghani.





