Sejumlah Wilayah di Indonesia Berpotensi Dilanda Tanah Gerak akibat La Nina

Bencana likuifaksi di Sulawesi Tengah 28 Sept. 2018 menewaskan sekitar 2.900 orang termasuk 900 hilang dan merusak lebih 100.000 bangunan. Wilayah Jakarta yang terbentuk tanah aluvial lunak juga berpotensi rentan terhadap likuifaksi.

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta sejumlah wilayah Indonesia mewaspadai fenomena tanah bergerak sebagai dampak La Nina.

PVMBG menyebut dampak tanah bergerak tersebut terutama berpotensi terjadi di Indonesia wilayah tengah dan timur, khusunya di Sulawesi Tengah bagian tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan bagian utara, Kepulauan Maluku, dan Papua.

PVMBG juga mencatat potensi pergerakan tanah tersebut mulai meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia lainnya. Seperti sepanjang Pulau Sumatera di bagian barat dari Aceh hingga Lampung, Pulau Jawa di bagian barat dan selatan, Kalimantan Barat di bagian timur, Kalimantan Tengah bagian tengah, Kalimantan Timur bagian tengah, dan Kalimantan Utara.

Sedmentara berdasarkan prakiraan cuaca harian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga Senin (12/10/2020).

Adapun wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Riau, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Maluku.

Advertisement