Satgas Minta Mitigasi Bencana Disesuaikan dengan Bencana Non Alam Pandemi

ilustrasi Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat yang dibangun di sekitar pemukiman tempat tinggal mereka di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8). Warga terpaksa tinggal di tenda darurat di ruang terbuka seperti sawah, lapangan dan halaman rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan, dan para pengungsi berharap mendapatkan bantuan berupa makanan, air dan selimut. ANTARA

JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi risiko bencana jika sampai ada pengungsian jika terjadi banjir.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan harus menyiapkan kontingensi plan karena saat ini mitigasi bencana harus disesuaikan dengan bencana non alam Covid-19.

“Mitigasi risiko harus disiapkan matang untuk meminimalisasi kerugian dan korban jiwa, termasuk memastikan lokasi pengungsian dan menghindari risiko penularan Covid-19,” katanya Kamis (15/10/2020).

Dia menjelaskan Indonesia rawan bencana alam, apalagi pada musim hujan intensitas hujan diproyeksikan 40% di atas rata-rata. Hal ini pun memacu potensi bencana seperti banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hingga longsor.

“Saya mengimbau Pemda untuk meningkatkan koordinasi dengan BNPB dan BPBD, TNI, Polri dan lembaga terkait sebagai langkah antisipasi. Kita harus siap siaga sebelum terjadi,” kata Wiku.

Dia juga meminta masyarakat kalau bisa menghindari lokasi pengungsian pemda jika tidak terpaksa. “Manfaatkan tempat penginapan terdekat sebagai lokasi pengungsian. Di pengungsian harus dipastikan masyarakat punya masker cadangan, hand sanitizer, dan alat makan pribadi,” kata dia.

Selain itu harus disiapkan evakuasi yang didesain untuk jaga jarak dan ada tenaga kesehatan yang mengontrol di sekitarnya. Selain itu test, tracing, dan treatment sebagai upaya pengendalian Covid-19 juga harus dilakukan di lokasi pengungsian untuk menghindari adanya klaster pengungsian.

 

Advertisement