Komnas HAM: 121 Terduga Teroris Pulang Tak Bernyawa

JAKARTA (KBK)- Maneger Nasution, Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa kasus yang menimpa Siyono, terduga teroris yang terbunuh oleh densus 88 bukanlah kasus yang pertama. Setidaknya sebanyak 121 orang dipulangkan dengan keadaan tidak bernyawa usai penahanan yang dilakukan oleh densus 88.

Suharmi, istri alm. Siyono mempertanyakan penyebab kematian suaminya tersebut. Dirinya mendapatkan beberapa luka lebam dan indikasi adanya penganiayaan terhadap mayat suaminya.

“Kami sudah ke lapangan dan bertemu dengan keluarga. Keluarga meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan otopsi,” ujar Nasution dalam jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Dikatakannya, keluarga juga meminta perlindungan akan adanya teror atau intimidasi dari berbagai pihak terkait proses pengungkapan penyebab kematian Siyono.

Siyono merupakan warga Kampung Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ayah 5 orang anak ini dijemput Densus 88 atas tuduhan terorisme. Dalam penahanannya, Siyono belum diputuskan bersalah oleh pengadilan.

Suharmi mendapatkan dua bungkus uang, yang diduga dari densus 88 sebagai “uang duka”. Saat ini uang tersebut berada di Pengurus Muhammadiyah Jakarta untuk diamankan.

“Jumlah uang tersebut kami juga tidak tahu. Karena hingga saat ini bungkusan tersebut belum dibuka,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah.

Advertisement