Sembilan Desa di Lumajang Rawan Tsunami, BPBD Pasang WRS dan EWS

Ilustrasi: Alat pendeteksi tsunami.

LUMAJANG – Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan wilayahnya mengantisipasi potensi tsunami dengan menyiapkan Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS).

“Kami memiliki alat peringatan dini gempa dan tsunami yakni WRS yang ditempatkan di Kantor BPBD, sedangkan EWS ditempatkan di kantor-kantor desa yang rawan bencana tsunami,” katanya di Kabupaten Lumajang, Senin.

Menurutnya BPBD Lumajang sudah memiliki alat peringatan dini gempa dan tsunami berupa WRS, serta sejumlah EWS yang sudah terpasang di beberapa titik, sehingga ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami dari pantauan alat WRS, maka pihaknya akan meminta desa untuk membunyikan EWS.

“Dengan memiliki alat WRS dan dipasangnya EWS di sejumlah desa yang rawan bencana tsunami, maka saat terjadi gempa di atas 6 Magnitudo yang berpotensi tsunami akan dapat dipantau,” katanya.

Ia mengatakan BPBD Lumajang akan meminta perangkat desa untuk membunyikan EWS yang sudah terpasang di sejumlah desa yang rawan bencana tsunami, dan masyarakat akan berkumpul di tempat yang lebih aman.

“Di Kabupaten Lumajang tercatat ada sembilan desa yang rawan terjadi bencana tsunami yakni di Desa Wotgalih, Jatimulyo, Bades, Selok Awar-awar, Bulurejo, Tegalrejo, Darungan, Pandanwangi, dan Pandan Arum,” katanya, dilansir Antara.

Laut yang berada di selatan Kabupaten Lumajang memang terdapat sebuah bentangan sepanjang 70 kilometer yakni mulai dari laut di Kecamatan Yosowilangun hingga Tempursari yang memiliki potensi tsunami, demikian Wawan Hadi Siswoyo.

Advertisement