SILICON VALLEY – Di luaran Apple dan Google atau kedua raksasa teknologi ini terlihat seperti perang merebut hati pengguna dengan produk andalan masing-masing yang berbasis iOS (Apple) dan Android (Google). Tapi nyatanya di sisi lain mereka seperti pasangan kekasih yang saling membutuhkan.
Lihat saja dari laporan keuangan Apple yang menunjukan perusahaan yang dibidani Steve Jobs itu menerima pembayaran dari Google sekira 12 miliar dolar Amerika per tahun sebagai kompensasi menjadikan Google sebagai mesin pencari utama di perangkat besutan Apple termasuk Siri di iPhone dan iPad.
The New York time melaporkan, pembayaran tersebut diyakini sebagai pembayaran tunggal terbesar yang dilakukan Google kepada Apple yang menyumbang 41 hingga 21 persen pada keuntungan Apple setiap tahunnya. Kerjasama ini diyakini sudah cukup lama terjadi, namun diperpanjang pada tahun 2017.
Akan tetapi, kini kemesraan bisnis ini mulai tidak nyaman dilakukan, karena Selasa (20/10/2020) lalu, departemen kehakiman Amerika Serikat mulai mengusik hubungan Apple dan Google ini.
Departemen Kehakiman mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Google, mengklaim bahwa perusahaan yang berbasis di Mountain View tersebut, menggunakan praktik anti persaingan dan pengecualian di pasar penelusuran dan periklanan untuk mempertahankan monopoli yang melanggar hukum.
Jelas saja tuntutan ini bukan saja merusak kemesraan hubungan Apple dan Google, apabila Google diputuskan bersalah dengan praktik kerjasama ini. Maka Apple mau tidak mau akan melepas Google sebagai mesin pencari utama di perangkatnya termasuk di basis data Siri.
Seperti dilansir MacRummors, tentu parahnya lagi, apabila terjadi pemisahan, Apple akan berusaha membuat mesin pencari sendiri atau mengakuisisi mesin pencari lain yang akan menjadi ancaman lain bagi Google di pasar mesin pencari dan periklanan, yang sekarang menjadi penyumbang terbesar bagi keuntungan Google di seluruh dunia.





