SINGGALANG – Negara hebat bergantung kepada pemuda yang cakap memahat asa dan mewujudkan cita. Dompet Dhuafa mencari dan mengundang para pemuda dari pelosok timur dan barat Indonesia yang siap menempa diri menjadi jiwa-jiwa berdikari.
Sekolah Dai Dompet Dhuafa mencari pemuda yang siap untuk menempa diri dan mengabdi menjadi agen perubahan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia. Dengan mengusung konsep dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dilansir dari laman DD Singgalang, Dompet Dhuafa bersinergi dengan cabang melakukan proses rekrutmen sejak Kamis hingga Minggu (15-25/10/2020). Pada Senin (2/11/2020), Corp Dai bersama Supervisor Program DD Singgalang mengadakan proses interview dan tes tertulis, bertempat di ruangan kantor DD Singgalang, Padang, Sumatra Barat.
Ratri Devy Arimbi, selaku Supervisor DD Singgalang yang juga sebagai tim penguji, mengatakan bahwa kegiatan seleksi sekolah dai mulai dibuka pada Oktober. Para pendaftar yang berasal dari seluruh Indonesia berjumlah 60 orang dan dari Sumatra Barat (Sumbar) empat orang.
Perempuan yang akrab disapa Rara itu menyampaikan, setelah dilaksanakan proses seleksi administrasi, ada dua orang yang berasal dari Sumbar ikut lolos ke tahap wawancara dan tes tertulis.
“Target kita akan menerima dua orang calon dai, yang nantinya akan ditempatkan di daerah Pariaman dan Pesisir Selatan. Kita berharap dai yang terpilih nanti sesuai kualifikasi dan bisa memenuhi kebutuhan program Dompet Dhuafa,” tutur Rara.
Tahap akhir nanti, hasil interview dan tertulis akan dikirim ke tim pusat. Kemudian, akan diinformasikan lagi ke cabang, terkait keputusan dai yang dipilih oleh tim program dakwah pusat.
“Setelah dari tim pusat melaksanakan seleksi, berkasnya akan dikirim lagi ke cabang. Dan, kita akan pertimbangkan juga dai yang akan dipilih sesuai kualifikasi,” kata Rara.




