JAKARTA – Kementerian Agama mendukung pemberdayaan Desa melalui Sekolah Pendamping Desa yang digagas YBM PLN.
“Program lembaga zakat melalui pendamping haruslah beriringan dengan perencanaan pembangunan desa melalui musyawarah desa dan musrenbang”, demikian papar Drs. H. Tarmizi Tohor, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama pada sesi pertama Talk Show Pemberdayaan Desa dalam rangkaian acara Pembukaan Sekolah Pendamping Desa YBM PLN pada Senin 2 November 2020.
Dilanjutkannya, Desa butuh sosok pemberdaya masyarakat yang memiliki kompetensi pemetaan kebutuhan masyarakat desa, mendesain program pemberdayaan desa, mendampingi masyarakat dengan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan desa.
“Saat ini Kementerian Agama sedang menyiapkan 37 kompetensi standar bagi amil dan nazhir agar mampu mengoptimalkan pembangunan manusia unggul dalam bentuk standar kompetensi kerja nasional. Semoga tahun depan kita dapat selesai mengerjakannya.”
Sejumlah 14 peserta Sekolah Pendamping Desa yang merupakan fresh graduate dari timur hingga barat Indonesia berkumpul setelah menjalani seleksi rekrutmen 889 calon yang telah melakukan psikotes dan wawancara.
Lulusan sekolah online yang bersinergi dengan IMZ ini akan ditempatkan untuk mendampingi desa dan kawasan pembinaan YBM PLN, lembaga profesional yang mengelola dana zakat dari seluruh lingkungan PT PLN, Persero di Indonesia.




