Vaksinasi, Paling Cepat Januari 2021

Vaksinasi dengan vaksin PT Biofarma dan Sinovac diperkirakan baru bisa dilakukan secara bertahap mulai akhir Januari.

MAYARAKAT harus bersabar dan tetap berdisplin mematuhi protokol kesehatan (3M) untuk menghindari paparan Covid-19 mengingat vaksin diperkirakan baru tersedia paling cepat akhir Januari 2021.

“Vaksinasi baru bisa dilakukan jika data terkait mutu, keamanan (termasuk dari efek samping-red) dan efikasi (khasiat) vaksin sudah lengkap, “ ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Peny K Lukito d Jakarta, Kamis (19/11).

Sejauh ini data vaksin yang dikembangkan oleh PT Biofarma, Bandung dengan Sinovac, China yang sedang pada fase uji klinis tahap III di China, Brazil dan Bandung belum rampung.

Menurut catatan, uji klinis tahap III di Bandung sudah dilakukan dua kali suntikan (masing-masing melibatkan 1.620 dan 1.523 relawan) dan sejauh ini berjalan baik,  tidak ditemukan adanya keluhan kesehatan.

Pengujian vaksin Sinovac di Brazil dilaporkan mengalami penundaan karena seorang relawan menyampaikan keluhan dan sejauh ini masih diselidiki penyebabnya.

Menurut Penny, data vaksin secara menyeluruh kemungkinan baru diperoleh BPOM medio Januari yang akan melakukan pengujian lagi sehingga ketentuan terkait penggunaan darurat (emergency use authorization) seperti yang dipersyaratkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bisa dipenuhi.

Presiden Jokowi beberapa hari lalu juga sudah meninjau sejumlah lokasi tempat berlangsungnya vaksinasi yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, ASN dan petugas layanan umum, dan dia juga bersedia menjadi orang pertama untuk disuntik vaksin.

Sejumlah bakal vaksin yang didaftarkan pada WHO sudah memasuki uji klinis tahap III, selain Sinovac dan Sinopharm dari China, juga yang dikembangkan Pfizer (AS)) bersama BioNTeh Jerman, Moderna (AS), AstraZeneca dan Oxford University, Inggeris serta vaksin Sputnic-5 oleh Institut Riset Gamaleya, Rusia.

Jika vaksin sudah tersedia pun, nantinya vaksinasi dilakukan secara bertahap, diprioritaskan para tenaga kesehatan, petugas layanan umum dan lansia.

Untuk menciptakan kekebalan massal (herd immunity), paling tidak 70 persen atau sekitar 180 juta penduduk harus divaksinasi, sehingga untuk mencapainya diperlukan waktu yang tidak pendek.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement