
PANDEMI Covid-19 belum terkendali, bahkan angka kenaikan paparan di wilayah DKI Jakarta memecahkan rekor, Sabtu (21/11) menjadi 1.579 kasus, sementara cuaca ekstrim yang memicu bencana hidrometeorologi mengancam sebagian wilayah hingga akhir November.
BMKG, Minggu (22/11) memprediksi, cuaca ekstrim yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor bakal terjadi akibat fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) yang saat ini berada pada kuadran 2 atau sekitar Samudera Hindia.
MJO adalah osilasi (variasi) antarmusim di wilayah tropis ditandai peningatan dan penurunan curah hujan yang berpasangan mengelilingi bumi dari barat ke timur serta berdampak bagi pertumbuhan awan di sebagian besar Sumatera, Selat Karimata dan Jawa bagian barat.
Berdasarkan analisis BMKG, sirkulasi siklonik terdeteksi di atas Samudera Hindia barat, Bengkulu di Selat Karimata utara, Papua bagian barat, Maluku bagian selatan dan Kalimantan Tengah.
Walau baru memasuki musim penghujan, bencana banjir mulai meluas di sejumlah wilayah seperti di Cilacap, Jawa Tengah yang menyebabkan dua orang meninggal (17/11) dan di 10 desa di Kab. Aceh Singkil (21/11) yang menewaskan dua orang, merobohkan dan merusak belasan rumah.




