Dilarang Jual-Beli Darah

Darah. Ilustrasi/ Foto:BantenTerkini.com

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta anggota Palang Merah Indonesia di seluruh Kalbar tak mengomersilkan darah dari pendonor.

“Donor darah itu perbuatan mulia. Mentalnya harus direvolusi. Jangan lagi ada komersialisasi darah di PMI. Jangan kalau sudah ada uang baru bilang ada stok darah di PMI,” ujar Cornelis ketika menghadiri Pelatihan Perencanaan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan PMI Provinsi Kalbar di Haris Hotel, Senin (4/4/2016).

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai 3 hingga 8 April dan diikuti pengurus PMI kabupaten kota di Kalimantan Barat, kecuali Kayong Utara. Perwakilan dari Kayong Utara tak hadir karena keterbatasan anggaran.

Cornelis menuturkan Henry Dunant adalah pengusaha dan aktivis sosial Swiss. Ketika melakukan perjalanan untuk urusan bisnis pada 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino. Lokasi yang merupakan bagian Italia. Kenangan dan pengalamannya itu dituliskan dalam buku dengan judul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino). Ini menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada 1863. Di Indonesia menjadi Palang Merah Indonesia. – PontianakPost

Advertisement