RAMALLAH (KBK) – Pemimpin Palestina bersikeras tidak mau melakukan pembicaraan damai dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Saeb Erekat, Kepala Perunding Palestina dan Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menegaskan melalui Radio “Voice of Palestine” bahwa mereka menolak gagasan mengulang pembicaraan damai dengan Israel tanpa syarat.
Erekat menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya akan mengundang Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk pertemuan untuk mengakhiri konflik kekerasan dari kedua pihak yang makin meningkat sejak Intifadah 3 dimulai Oktober 2015.
“Sebelum pertemuan damai diadakan, Netanyahu harus mengumumkan pembebasan tahanan yang ditangkap Israel sebelum menandatangani perjanjian perdamaian Oslo pada tahun 1993 dan mengakui semua perjanjian perdamaian yang ditandatangani antara kedua belah pihak,” kata Erekat.
“Jika Netanyahu tidak melakukan hal ini, tidak akan ada perundingan,” tambahnya.
Seperti dilaporkan Xinhua, Rabu (4/6/2016), Erekat menuduh Israel telah melancarkan perang yang komprehensif terhadap warga Palestina; yang mencakup pembongkaran rumah, penyitaan tanah, menembak warga Palestina dan menghancurkan tempat-tempat suci Palestina.





