Pemimpin Negara Eropa Prihatin Pada Nasib Anak-Anak Pengungsi Tanpa Orang Tua

Pemimpin Eropa khawatir akan nasip anak-anak yang jadi pengungsi, terutama mereka yang tidak punya orang tua. Foto: Irandaily

SOFIA (KBK) – Para pemimpin Eropa menyatakan keprihatinannya pada nasib anak-anak yang menjadi pengungsi, terutama mereka yang tidak memiliki orang tua sebagai pendamping mereka.

Ungkapan keprihatinan itu disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara di Eropa di Sofia, Selasa (5/4/2016)

“Jumlah pengungsi terus melonjak di seluruh dunia, membuat anak-anak yang menjadi pengungsi membayar dengan harga mahal, mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan kerap kali mendapat perlakuan kekerasan,” kata Presiden Bulgaria, Rosen Plevneliev. Dia beraharap konferensi ini merekomendasikan Dewan Eropa untuk meluncurkan Strategi baru menyangkut Hak Anak untuk 2016-2021.

“Meskipun upaya demikian upaya kami sudah maksimal, tapi kita terus menyaksikan pelanggaran hak-hak anak sehari-hari . Anak-anak Migran dan anak-anak tanpa pendamping saat ini sangat rentan terhadap kekerasan,” kata Plevneliev di depan 300 peserta KTT dari negara-negara anggota Dewan Eropa.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Gabriella Battaini-Dragoni menekankan urgensi yang harus dilakukan pemerintah Eropa sekarang adalah bertindak melindungi banyak anak-anak pengungsi agar tidak jatuh ke tangan pedagang dan penjahat.

“Ini merupakan prioritas utama bagi Dewan Eropa dan itu harus tetap di bagian atas pikiran kita,” tambahnya seperti dikutip KBK dari Xinhua.

Advertisement