
LONJAKAN kasus positif Covid-19 sejak awal Desember dibarengi meningkatnya angka kematian pada kelompok pasien lansia dengan komorbid atau penyakit penyerta akibat minimnya fsilitas kesehatan.
Jika angka kematian sejak 1 November belum masih di bawah 200 per hari (tertinggi 29 November dengan 169 kematian), pada 25 Desember mencapai puncaknya sebanyak 285 kematian.
Dari sisi usia, kasus positif Covid-19 lebih banya diderita warga pada usia produktif (20 persen usia 19 – 30 tahun), 31 – 45 tahun (28,9 persen), namun jumlah pasien meninggal justeru lebih banyak pada pasien berusia di atas 60 tahun ke atas (40,2 persen).
Berdasarkan hasil kajian tim pakar Satgas Penanganan Covid-19, pasien berusia 60 tahun ke atas memiliki risiko kematian 19,5 kali lipat.
Penyakit penyerta pasien Covid-19 yang meninggal, paling tinggi (10,4 persen) mengidap darah tinggi, diabetes 9,6 persen, jantung 6,2 persen dan 2,6 persen ginjal.
Tidak ada cara lain, risiko kematian Covid-19 akibat komorbid hanya bisa ditekan jika penyebaran virus Covid-19 juga dikurangi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, 3M. (Kompas/NS)




