
TINGKAT hunian kamar di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di sejumlah daerah termasuk wilayah Jabodetabek dilaporekan ada yang sudah mencapai 100 persen akibat melonjaknya pasien Covid-19 akhir-akhir ini.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi dalam dsikusi daring yang digelar Lapor Covid-19 (5/1).
RS-RS rujukan Covid-19 terjadi di Surabaya, begitu pula keterisian tempat tidur (bed occupancy) di unit perawatan intensif dan ruang isolasi secara nasional yang semakin meningkat sampau pada tingkat yang mengkhawatrikan.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim AV Sri Suhardiningsih, bahkan menyebutkan, sebagian rumah sakit besar juga telah menutup IGD karena persoalan daya tampung.
Selain keterbatasan kamar dan unit IGD, menurut Adib, bertumbangannya sejumlah nakes juga menjadi faktor yang menyebabkan RS tidak mampu menampung pasien baru. Desember lalu mencapai rekor tumbangnya 53 nakes dibandingkan rata-rata 30-an orang pada bulan-bulan sebelumnya.
Sampai (5/1) Lapor.Covid-19 mencatat,540 nakes terdiri dari  241 dokter spesialis/umum dan 15 dokter gigi, 175 perawat, 70 bidan, 10 ahli teknologi lab medik, tujuh apoteker dan lima tenaga rekam radiologi dan nakes lainnya terpapar Covid-19.,
Sekitar lima sampai 10 persen perawat RS terpapar Covid-19 dan risikonya memang tinggi karena hampir 24 jam sehari mereka bersama pasien Covid-19. (Kompas/ns)




