
WASHINGTON – Setidaknya tiga anggota Partai Republik menyatakan Selasa (12/1/2021) kesediaannya bergabung dengan Demokrat dalam pemungutan suara untuk memakzulkan Presiden Donald Trump atas serangan pendukungnya terhadap Capitol AS, meskipun Wakil Presiden Mike Pence menolak seruan untuk menggunakan manuver konstitusional untuk menggulingkannya.
Meskipun delapan hari tersisa dalam masa jabatan Trump, Dewan Perwakilan Rakyat AS, bersedia pada Rabu (13/1/2021) untuk mengeluarkan sebuah artikel pemakzulan yang menuduh jagoan dari Partai Republik Donald Trump sudah menghasut melakukan pemberontakan dalam pidatonya kepada kepada para pengikutnya minggu lalu, sehingga menyebabkan penyerbuan ke Capitol, dan menewaskan lima orang.
Bahkan ketika DPR yang dipimpin Demokrat memperdebatkan resolusi yang mendesak Pence untuk meminta Amandemen ke-25 Konstitusi AS untuk mengeluarkan Trump dari jabatannya, Pence mengirim surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi yang mengatakan dia tidak akan mematuhinya.
“Saya tidak percaya bahwa tindakan seperti itu adalah untuk kepentingan terbaik Bangsa kita atau sesuai dengan Konstitusi kita,” kata Pence.
Liz Cheney, Republikan di DPR No. 3, berkata: “Tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari jabatannya dan sumpahnya kepada Konstitusi oleh Presiden Amerika Serikat.”
Dikutip dari Reuters, Trump telah memanggil massa, mengumpulkan massa, dan menyalakan api serangan ke Capitol Rabu lalu.
Cheney, putri mantan Wakil Presiden dari Republik Dick Cheney, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Saya akan memilih untuk mendakwa Presiden.”
Dua anggota DPR Republik lainnya, John Katko dan Adam Kinzinger, mengatakan mereka juga akan memilih pemakzulan.




