LAMONGAN – Sebanyak 42 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terendam banjir dan sedikitnya 7.726 rumah terdampak banjir di kawasan Bengawan Jero tersebut.
Karenanya, Bupati Lamongan Fadeli sudah mengirim surat permohonan dukungan percepatan penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero kepada pemerintah pusat.
“Penanganan banjir ini memiliki peran dan arti yang sangat penting, kaitannya dengan penyediaan air baku irigasi dan drainase serta kegiatan pertanian, di mana sampai saat ini penanganannya masih terkendala infrastruktur yang belum terpenuhi,” kata Fadeli, Senin (18/1/2021) dikutip dari Antara.
Menurut Fadeli, Bengawan Jero sudah tak mampu menampung luapan debit air mengakibatkan banjir di beberapa Kecamatan di Lamongan, yakni Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah.
Banjir juga terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi dan terjadi hampir merata di wilayah Lamongan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana menaikkan status banjir Desa Kedung Banteng, Banjar Asri dan Banjar Panji, Kecamatan Tanggulangin dari status siaga menjadi darurat.
Rencana tersebut muncul saat rapat koordinasi yang dipimpin langsung Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PU Cipta Karya, PU BM SDA, Camat Tanggulangin dan tiga kepala desa di kantor Balai Desa Kedung Banteng, Tanggulangin, Senin.
“Teknis penanganan banjir akan langsung di bawah koordinasi Camat Tanggulangin dengan tetap melibatkan BPBD, PU Cipta Karya, PU BM SDA dan Dinas Sosial. Supaya koordinasinya mudah satu pintu saja lewat camat,” kata Hudiyono, dikutip Antara.





