Mengenang Ryamizard Ryacudu, Jenderal yang Pernah Pimpin TNI AD hingga Kementerian Pertahanan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dikenang sebagai salah satu tokoh militer yang memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian kepada negara.

Perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1974 ini meniti karier dari satuan tempur hingga menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950 tersebut merupakan rekan seangkatan Presiden Prabowo Subianto di Akmil. Keduanya sama-sama menempuh pendidikan militer dan kemudian menorehkan karier penting dalam sejarah pertahanan Indonesia.

Sepanjang kariernya, Ryamizard dikenal sebagai perwira TNI Angkatan Darat yang mengemban berbagai tugas penting. Pengalamannya di lapangan maupun dalam struktur kepemimpinan militer mengantarkannya dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis hingga akhirnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005.

Setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai prajurit aktif, Ryamizard kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan publik. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan dan menjabat selama periode 2014–2019.

Selama memimpin Kementerian Pertahanan, Ryamizard kerap menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara, memperkuat sistem pertahanan nasional, serta membangun kesadaran bela negara di tengah masyarakat.

Pengalaman panjangnya di dunia militer menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan tugas tersebut.

Selain dikenal sebagai mantan KSAD dan Menteri Pertahanan, Ryamizard juga merupakan menantu Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Kedekatannya dengan sejumlah tokoh nasional menjadikannya salah satu figur yang cukup berpengaruh dalam lingkungan pertahanan dan militer Indonesia.

Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak panjang dalam sejarah TNI dan pertahanan nasional. Kiprahnya dikenang sebagai bagian dari perjalanan seorang prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara, mulai dari medan tugas hingga lingkaran pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here