JENEWA-Perundingan damai Suriah kembali ditunda selama dua hari karena mediator PBB, Staffan de Mistura, melakukan perjalanan ke Damaskus dan Teheran untuk menjajaki posisi mereka dalam transisi politik Suriah.
Seperti dikutip CNN kemarin (8/4) De Mistura mengatakan dia ingin memverifikasi posisi pihak internasional dan regional untuk memastikan “apa yang bisa dijadikan kerangka transisi politik.”
“Perundingan berikutnya harus cukup konkret ke arah proses politik yang menjadi awal transisi politik,” katanya
seperti diketahui, perundingan putaran pertama berakhir (24/3) dengan de Mistura menginginkan pemerintah Suriah akan mendiskusikan prinsip-prinsip dan prosedur perundingan berikutnya.
Perundingan putaran kedua yang semula dijadwalkan pada 9 April ditunda sampai 11 April.
De Mistura mengatakan dia telah mendengar beberapa ide menarik dari Rusia dan akan berkonsultasi dengan para pejabat Turki, Arab Saudi, Yordania dan Libanon sebelum melanjutkan perundingan pada 13 April.
Suriah mengadakan pemilihan parlemen pada 13 April dan delegasi pemerintah Suriah tidak akan datang sampai 14 atau 15 April, kata dia.
Selain itu, perundingan juga bersamaan dengan gencatan senjata yang sudah berlangsung lebih dari sebulan, meningkatkan prospek untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang itu.





