Asa Terwujud Warung Dibuka Kembali

GARUT – Siang itu di pertengahan bulan Desember 2 tahun lalu, Heni Nuraeni seorang pelaku usaha mikro merasa sangat sumringah, dikarekanan dirinya menerima manfaat program Zmart BAZNAS. Setelah sebelumnya warung yang dijadikan sumber penghaslian dari janda 2 anak tersebut tutup karena gulung tikar.

Warung yang sempat vakum selama enam bulan itu akhirnya beroperasi kembali. Heni menutup warungnya karena kalah bersaing dengan mini market di daerahnya. Asa Heni untuk membuka kembali warungnya terwujud lewat program Zmart BAZNAS.

“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa membuka kembali warung ini setelah enam bulanan tutup,” ungkap Heni.

Warung Zmart ibu Heni (foto: baznas)

Diceritakan oleh pendamping program, Ramdan Maulana kepada kbknews, Selasa (26/1/2021), Heni adalah seorang single parent sejak tahun 2002, dan sejak itu dirinya mengaku kelimpungan karena menjadi tulang punggung keluarga. Maklumlah, Heni mesti membiayai kedua anaknya sendirian. Namun, kondisi itu tak membuat Heni berkeluh kesah. Heni bertekad melanjutkan hidupnya dengan lebih baik.

Hingga akhirnya, asa untuk kembali membuka warungnya terbit dengan hadirnya program Zmart BAZNAS pada akhir tahun 2019. Tim Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS dengan program Zmart-nya hadir di Kabupaten Garut. Heni pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia segera mendaftar sebagai mitra binaan LPEM BAZNAS.

“Pihak LPEM BAZNAS mengunjungi Heni untuk melakukan assement dan wawancara dan sampai kini Alhamdulillah warung ZMart binaan BAZNAS masih berjalan,”sambung Ramdan.

Meskipun virus Covid-19 masih mewabah, ditambahkan Ramdan, Zmart juga mengalami penurunan omset, dikarenakan terkena dampaknya pula. Namun meskipun begitu pihak pendamping masih terus memberikan motivasi rerkait dengan pengembangan usaha.

“Kita terus dorong mustahik binaan agar bisa mengembangkan potensi mereka, misalnya seperti menambah produk yang dijual, jika awalnya tidak menjual sayuran didorong untuk jual sayuran atau sebelumnya tidak berjualan seblak, minuman, kita dorong juga untuk mulai bisa menyediakan beberaapa produk tersebut,” terang Ramdan.

Heni adalah salah satu saudagar Zmart yang aktif, semangatnya juga tinggi dalam menjalankan usahanya. Bahkan suka memberi semangat juga untuk kelompok lain. Pengembangan usaha masih terus di lakukan, bahkan kedepannya Heni berkeinginan untuk menambah item produk seperti voucer pulsa, token listrik.

“Setelah dibantu oleh BAZNAS warungnya step by step mengalami perkembangan apalagi sekarang sudah bisa menjadi agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),”ujarnya.

Di tempat terpisah, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik menjelaskan hingga saat ini, BAZNAS melalui empat lembaga program di bawah koordinasi Divisi Pendayagunaan telah fokus dalam menjalankan kegiatan pendayagunaan zakat, yaitu: Zakat Community Development (ZCD), Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM), BAZNAS Microfinance (BMFi), dan Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM).

Adapun kegiatan pendayagunaan zakat ini dilakukan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan, bantuan permodalan, pembukaan akses pasar dan kemitraan serta pendampingan kelompok sehingga dapat menguatakan kelembagaan masyarakat di desa agar menjadi tangguh dan mandiri.

Maka dari itu, apabila ingin membayar zakat, sedekah, infak, wakaf bisa langsung menuju kepada BAZNAS sebagai lembaga utama untuk mensejahterakan umat. BAZNAS sebagai lembaga yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 untuk melakukan pengelolaan dana zakat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, juga mendukung untuk dapat mencapai kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana tujuan hari kemerdekaan Indonesia ke-75.

Adapun kegiatan yang dilakukan BAZNAS untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan kegiatankegiatan pemberdayaan masyarakat kepada para mustahik dan harapannya menjadi muzakki. Amiin ya Robbal Alamiin.

Advertisement