
PEMERINTAH Arab Saudi menggunakan aplikasi “Tawakkalna” atau semacam paspor kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Aplikasi “Tawakkalna” yang sudah berlangsung sejak sembilan bulan lalu sudah digunakan oleh 17 juta warga Saudi. Paspor kesehatan memuat status pemegangnya, sudah divaksinasi atau belum serta kontak erat.
Dengan kelengkapan data tersebut, pemerintah dengan mudah dapat melacak penyebaran virus corona penyebab Covid-19 dengan cepat dan juga melakukan tindakan medis yang diperlukan.
Penggunaan aplikasi pelacakan kontak virus corona selama pandemi yang dilakukan Saudi merupakan yang pertama di dunia yang diapresiasi banyak paihak di luar negeri
Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Kesehatan, Kepala Pengembangan Kecerdasan Buatan (SDAIA), Dr. Abdullah Sharaf, mengatakan dari “Paspor Kesehatan” pada aplikasi “Tawakkalna” secara otomatis dalam beberapa detik akan diketahui status pemegangnya terkait hal-hal yang berkaitan dengan Covid-19.
“Tawakkalna,” yang dikembangkan oleh SDAIA, adalah aplikasi resmi yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk membatasi penyebaran virus corona.
Kerajaan Saudi juga meluncurkan aplikasi jarak sosial virus corona “Tabaud” sejak Juni 2020 yang berfungsi memberi tahu orang-orang jika mereka melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19.




