Salatiga, Kota Paling Toleran

Setara Insttitut dalam survei 2020 menempatkan Salatiga, sebagai kota paling toleran di Indonesia.

SEPULUH kota mendapatkan skor Indeks Kota Toleran (IKT) tertinggi di Indonesia berdasarkan penelitian yang dirilis oleh Setara Institut (SI) pada 2020.

Kota Salatiga di Jawa Tengah amenempati skor tertinggi (6.717) disusul  Singkawang (6,450), Manado (6,200), Tomohon (6,183), Kupang (6,037), Surabaya (6,033), Ambon (5,733), Kediri (5,583), Sukabumi (5,546), dan Bekasi (5,530).

Direktur Riset SI, Halili pada jumpa pers (25/2) menyebutkan  sejumlah atribut yang harus disandang kota toleran yakni kota-kota dengan rencana dan kebijakan pembangunan yang kondusif mempromosikan toleransi,”

Selain itu, lanjut Halili, kriteria IKT juga dilihat dari tindakan pejabatnya yang harus kondusif bagi praktik tolerasi dan kota dengan tingkat pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan yang rendah atau tidak ada sama sekali.

Kota toleran juga harus menunjukkan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas warganya.

SI juga memasukkan  sejumlah variabel dan indikator untuk menentukan IKT  seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD )dan produk hukum pendukung lainnya serta kebijakan diskriminatif.

Variabel lainnya adalah tindakan pemerintah dengan indikatornya berupa pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan tindakan nyata terkait peristiwa.

Regulasi sosial menjadi variabel berikutnya dengan indikator peristiwa intoleransi serta dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi dan juga demografi agama mencakup indikator heteregonitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.

Scoring IKT menggunakan skala numerik 1-7, artinya tingkatan dari kualitas buruk ke baik. 1 paling buruk, 7 itu paling baik. Ungkapnya, sedangkan objek kajian adalah kewenangan menerbitkan perda.

Sikap intoleransi dan diskriminasi harus terus dikikis di tengah pluralitas suku, etnis, budaya, latar belakang ekonomi, sosial dan pendidikan bangsa Indonesia demi kelanggengan dan keutuhan NKRI.

Jika tidak, sebaran hoaks, ujaran kebencian dan kebohongan bisa membawa bangsa ini ke tubir jurang perpecahan.

Advertisement