
MYANMAR – Seorang pejabat Dewan HAM PBB mengatakan sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam insiden demonstrasi massal anti kudeta di Myanmar pada Minggu.
Jumlah ini merupakan angka kematian demonstran tertinggi dalam satu hari dalam serangkaian demonstrasi menuntut dikembalikannya pemerintahan terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta militer itu.
“Jumlah korban tewas ini adalah akibat penggunaan peluru tajam di Yangon, Dawei, Mandalay, Myeik, Bago dan Pokokku,” ujar Kantor Dewan HAM PBB dalam pernyataannya, seperti dikutip VOA.
Ditambahkannya, pasukan Myanmar juga menggunakan gas air mata, granat kejut dan flash-bang grenade atau granat yang mengeluarkan suara dan cahaya sangat terang yang dapat mengacaukan orientasi orang yang ditarget.
Juru bicara Dewan HAM PBB Ravina Shamdasani dikutip sebagai mengatakan, “Kami mengecam keras peningkatan aksi kekerasan terhadap demonstran di Myanmar dan menyerukan kepada militer untuk segera menghentikan penggunaan kekerasan terhadap demonstran damai.”



