
VARIAN baru virus corona SARS CoV-2 penyebab Covid-19 yang terdeteksi dari dua pekerja migran di Arab Saudi asal Brebes dan seorang lagi dari Kalimantan Timur dicemaskan sudah menyebar di lokasi lain di tanah air.
Ketiganya, setelah menjalani masa karantina, sudaha bebas atau negatif dari Covid-19 dan kini sudah menjalani kehidupan normal bersama keluarga masing-masing.
Selain dari ketiga rang tersebut, Jubir Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, tiga kasus lagi berasal masing-masing satu orang dari RS di Sumatera Utara, RS Sumatera Selatan dan RS Kalimantan Selatan yang belum pernah berpergian ke luar negeri.
Sebelumnya, dua pekerja migran dari Arab Saudi yang terpapar B.1.1.7 yang semula dikarantina, tekonfirmasi sudah negatif, begitu pula seorang lagi yang beralamatkan di Kalimantan Timur.
Varian B.1.1.7 sudah ada sejak Januari lalu, mengingat sampel yang dari RS di Sumsel diambil perempuan (44 tahun) pada 5 Januari, dari Kaltim perempuan (46) pada 6 Jan. dan dari RS di SUmut terhadap pria (60) pada 28 Jan.
Meski belum ada ledakan kasus di sejumlah daerah, namun Nadia mengingatkan agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan, sementara petugas diminta terus mengintensifkan pengetesan (testing) dan pelacakan kontak (tracing).
Varian B.1.1.7 menurut studi ilmiah yang dilakukan di negeri asalnya, Inggeris, meningkatkan risiko kematian lebih rata-rata 64 persen dari virus aslinya (SARS-CoV-2) dengan penyebaran lebih tinggi 70 persen di atasnya.
Sejauh ini vaksin yang ada (Sinovac, Sinopharm, Pfizer, Moderna dan AstraZeneca) masih efektif untuk melawan varian B.1.1.7, namun penduduk dunia harus berpacu untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan massal sebelum mutasi baru virus bermunculan.
Varian virus corona B.1.1.7 dilaporkan sudah menyebar di 93 negara, sementara masih ada varian lainnya yakni varian B.1.135 asal Afrika Selatan dan P.1 dari Brazil yang menurunkan efikasi vaksin Covid-19.
Perang melawan Covid-19 belum usai, tetap patuhi prokes 3M dan intensifkan program 3T.




