Dampak Reklamasi Teluk Jakarta, Nelayan Banten Sulit Cari Ikan

Ilustrasi/ist

BANTEN- Reklamasi 17 pulau di pantai utara Jakarta berdampak pada penurunan hasil tangkap ikan nelayan di pesisir laut utara Banten, tepatnya di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Pada Rabu (13/4) kemarin, ratusan nelayan dan petani rumput laut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten guna menuntut komisi IV DPRD Provinsi Banten untuk mengusut perizinan aktifitas penambangan pasir laut yang diduga ilegal.

Nelayan mengeluhkan adanya aktifitas pengerukan pasir laut di zona tangkap laut Perairan Lontar yang dilakukan perusahaan swasta sejak tahun 2004. Pengerukan ini mengakibatkan kerusakan pada biota laut seperti kekeruhan air laut, jaring nelayan yang rusak hingga terjadinya abrasi. Akibatnya mata pencaharian nelayan untuk menangkap ikan kian sulit.

Aktifitas pengerukan pasir laut tersebut sudah terjadi sejak tahun 2004 dan sudah mengancam mata pencaharian nelayan di Lontar selama pengerukan pasir laut terjadi,” ujar Najib, salah seorang nelayan seperti diberitakan Tempo.co, Kamis (14/4/2016).

Dikatakannya, dalam sehari 6000 kubik pasir laut diperairan Lontar, Kabupaten Serang dikeruk menggunakan kapal besar. Ribuan kubik pasir laut tersebut diduga diangkut ke Jakarta menggunakan kapal yang diduga untuk kepentingan para pengusaha yang melakukan reklamasi di teluk Jakarta.

Terkait dengan aksi demo tersebut. Para nelayan tidak dapat menemui langsung anggota DPRD Provinsi Banten untuk menyampaikan tuntutan meraka. Namun bebrapa orang staf dari DPRD Provinsi Banten yang menemui para nelayan berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada anggota komisi IV DPRD Provinsi Banten.

Advertisement