Israel-Hamas Masih Balas Serang, Situasi Kemanusiaan di Gaza Memburuk

Ilustrasi Bentorkan warga Palestina dan Israel di Masjid Al Aqsa/ AP

JAKARTA – Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto mengatakan situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk.

Balas serang antara pasukan Israel dan Hamas membuat terganggunya akses air bersih, makanan, dan fasilitas kesehatan.

Kondisi ini diperburuk dengan ditutupnya beberapa akses penyeberangan ke Gaza oleh otoritas israel untuk orang dan barang termasuk personel dan bantuan kemanusiaan termasuk obat-obatan sejak 10 Mei 2021.

Febrian menyatakan upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia terkait isu Palestina, dimana Indonesia telah menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan Israel termasuk penghancuran secara ilegal pemukiman Palestina.

Pada tataran bilateral, Indonesia telah melakukan pendekatan kepada negara-negara, termasuk dengan Palestina untuk mengupayakan penghentian kekerasan. Indonesia terus memberikan tekanan kepada Israel melalui berbagai forum baik PBB, OKI maupun dengan like-minded countries.

“Masalah konflik ini tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja, maka diplomasi kita adalah menggugah kembali semangat dari masyarakat dunia, untuk melakukan aksi secara bersama-sama,” jelas Febrian, dikutip Antara.

Kemudian, pada tanggal 16 Mei 2021, Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan tiga hal penting yakni menyuarakan penghentian serangan kepada rakyat sipil dan mendesak seluruh pihak untuk menerima temporary International Presence di Yerusalem.

Selanjutnya mendesak organ PBB, termasuk dewan keamanan dan majelis umum PBB untuk bertindak. Mendesak masyarakat internasional untuk berkomitmen terhadap two-state Solution untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

 

Advertisement