
CAKUPAN vaksinasi untuk kelompok priorias khususnya lansia selain tenaga kesehatan pekerja sektor layanan umum yang seluruhnya berjumlah sekitar 40,3 juta masih rendah.
Padahal, vaksinasi bagi 181,5 juta jiwa atau dua pertiga penduduk Indonesia yang semula ditargetkan bisa rampung akhir tahun ini, diharapkan mampu menciptakan “herd immunity” atau kekebalan kelompok terhadap virus corona penyebab Covid-19.
Berdasarkan data dari Kemenkes, jumlah penerima dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 sampai 9 Juni baru mencapai 11,4 juta orang atau 28,34 persen dari sasaran yang totalnya berjumlah sekitar 40,3 juta jiwa.
Dari 11,4 juta penerima vaksin, 1,3 juta orang diantaranya terdiri dari tenaga kesehatan, 7,6 juta pekerja sektor layanan publik dan 2,3 juta lansia dari seluruhnya sekitar 28 juta lansia.
Epidemiolog Prof. Dr Sitti Setiati Sp PD mengemukakan, rendahnya jumlah lansia yang divaksinasi antara lain terjadi akibat informasi yang tidak tepat dan juga sering menyesatkan, seperti dianggap berisiko bagi kesehatan mereka.
Kendala lainnya, banyak lansia terutama di wilayah pedesaan yang sulit menjangkau lokasi vaksinasi karena keterbatasan fisik dan sarana transportasi.
Lambannya vaksinasi di daerah, misalnya terjadi di Aceh yang suntikan vaksin baru dilakukan pada 300-ribuan warga dari target 3,3 juta warga yang akan divaksin.
Di wilayah rawan aksi-aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti Waropen, Nduga dan Puncak Jaya, vaksinasi dalam pekan terakhir ini terhenti, bahkan belum dilakukan sama sekali terhadap lansia.
Di Kepulauan Riau, vaksinasi baru mencapai 16,4 persen, tertinggi di Batam, sedangkan capaian di Kep. Anambas, Natuna dan Lingga baru mencapai 10-ribu orang karena terbatasnya pasokan vaksin.
Setelah melambat selama Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah melakukan akselerasi penyuntikan vaksin mulai Juli menyasar satu juta jiwa per hari dengan target sasaran yang diperluas.
Seusai meninjau vaksinasi massal di RS UI di Pondok China, Depok, Rabu (6/9) Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar pemda-pemda juga mendorong percepatan vaksinasi.
Sedangkan Kemenkes sendiri juga memperluas sasaran vaksinasi kepada seluruh penduduk berusia 18 tahun ke atas, walau prioritas tetap diberikan pada nakes, lansia, pekerja layanan umum, warga di wilayah kumuh dan penderita gangguan jiwa.
Lambannya vaksinasi justru terjai di tengah lonjakan penyebaran Covid-19 ditandai dengan masuknya sembilan kabupaten dalam kategori mengkahwatirkan, a.l. Kudus, Bangkalan, Jepara, Kota Semarang dan Cimahi.
Angka keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah juga meningkat menjadi rata-rata 70 persen, bahkan di Kudus, Pati, Jepara, Semarang dan Bandung sudah lebih dari 80 persen.
Kebut vaksinasi dan tingkatkan kepatuhan pada prokes 5M, Covid-19 sudah di hadapan mata!



