
LMUWAN muda asal Bogor bersama sekelompok anak muda manca negara berhasil merambah pasar Eropa dengan produk tempe siap saji kreasi mereka.
Amadeus Driando Ahnan-Winarno, ilmuwan pangan pendiri Better Nature yang berbasis di Bogor, Jawa Barat, mengaku saat ini perusahaannya masih dalam tahap penjajakan untuk menggunakan bahan baku kedelai lokal.
“Tahun 2018, saat memulai Better Nature, kita sudah coba membuat supply chain (pasok suplai) untuk mengekspor dari Indonesia,” kata pemuda yang lebih akrab disapa Ando, saat ditemui di laboratoriumnya di Bogor baru-baru ini.
Secara bisnis, kata dia, bisa jadi modalnya lebih dulu habis sebelum supply chain-nya mampu mengekspor kedelai dari Indonesia ke Eropa, sehingga sebab itu timnya memproduksi dulu dengan suplai kacang dari Eropa demi kelangsungan usaha.
Mereka berharap, dengan menyerap kedelai lokal Indonesia, para petani termotivasi untuk tetap menanam jenis kacang itu di tengah serbuan kedelai impor di Indonesia.
Berdasarkan data dari BPS, sekitar 70 persen produk tempe dalam negeri menggunakan kedelai impor, sehingga untuk memutus ketergantungan terhadap kedelai impor, inovasi tempe dan pasar Eropa belumlah cukup.
Masih diperlukan insentif dari pemerintah bagi petani lokal agar tetap menanam kedelai, dan manajemen yang lebih baik untuk menyerap hasil panen mereka.
Lintas Negara
Varian tempe siap saji berawal dari kecintaan terhadap tempe, menginspirasi sekelompok anak muda dari Indonesia, Inggris, Italia dan Hong Kong mendirikan Better Nature pada 2018.
Dari markas mereka di London, Better Nature, mulai menjual tempe ke pasaran Inggris dan Eropa pada 2020. Sebagian besar tempe yang diproduksi adalah tempe siap saji aneka rasa dalam kemasan yang telah dibumbui, sehingga bisa langsung dihangatkan .
Ada yang berbentuk dadu seperti umumnya masakan tempe yang sering ditemukan di Indonesia. Ada juga tempe cincang dan tempe yang diiris memanjang sehingga menyerupai potongan iga.
“Produk kami yang paling laris adalah tempe yang sudah dimarinasi (direndam bumbu) karena sangat mudah dimasak,” kata salah satu pendiri Better Nature, Fabio Rinaldo, lmuwan pangan di kantornya, di London, Inggris kepada BBC Indonesia.
Ronaldo mengatakan, para konsumen dapat berkreasi dengan berbagai resep tanpa repot memasak dari awal, meskipun kami juga sedia versi tempe mentah yang belum dibumbui.
Semenjak diluncurkan tahun lalu, tempe inovasi mereka dapat ditemui di setidaknya 200 toko dan supermarket di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara di Skandinavia.
Belakangan ini, produk tempe mereka menjadi salah satu dari tiga produk vegetarian terlaris di website Amazon untuk wilayah Britania Raya.
“Di pasar Eropa, tempe masih merupakan produk makanan dengan segmen khusus, tetapi kesadaran konsumen akan tempe tumbuh luar biasa pesat,” kata Christopher Kong, pendiri Better Nature yang besar di Hong Kong.
“Saya lahir di Hong Kong dan hidup di sana selama 13 tahun, tapi tidak pernah mengenal tempe, meski faktanya Hong Kong lebih dekat ke Indonesia,” kata Chris.
Sementara di website resminya, Better Nature menawarkan lebih selusin jenis produk tempe dengan rasa ala Asia, India, dan Eropa, dibandorl dengan harga berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 76.000.
Tempe mentah yang belum dibumbui, mirip dengan tempe yang sering dijumpai di Indonesia, harganya sekitar Rp 50.000 per 200 gram atau Rp 300.000 per kilogram.
Di tengah Pandemi Covid-19, Ando dan timnya memiliki strategi untuk tempe dengan bahan baku kedelai Indonesia yang menurutnya akan menjadi nilai jual tersendiri.
Di laboratorium, Ando bersama dua ilmuwan pangan lain memformulasi perpaduan jamur fermentasi tempe, dan bakteri yang tepat untuk meningkatkan kandungan vitamin B12 dan vitamin D pada tempe.
Sudah Mendunia
Artis Amerika Alicia Silverstone baru saja mengunggah foto saat dirinya makan tempe. Lewat instagram pribadinya, dan ia dengan bangga memamerkan menu makan siangnya.
Ia menunjukkan salah satu makanan yang disantap adalah tempe goreng. Setelah makan juga ia menunjukkan piring kosong yang menandakan tempe ludes disantapnya.
| Salah satu produsen tempe di kota Asheville, North Carolina yakni ‘Smiling Harah Tempeh’ memproduksi dan memasarkan tempe ke restoran dan toko bahan makanan yang ada di Amerika. Tempe dibandrol di salah satu supermarket di Amerika harganya sekitar Rp 44.500 sampai Rp 60.000 per kemasan. |
Aktor muda asal Filipina Teejay Marquex juga tak mau melewatkan kelezatan tempe saat menjalani proses syuting di Indonesia, ia sempat mencoba berbagai makanan Indonesia, salah satunya tempe.
| Pria 25 tahun yang membintangi flm Dubsmash ini dengan bangga mengatakan kalau tempe jadi salah satu makanan yang paling ia suka. |
Presiden Amerika ke-44 Barack Obama ternyata juga jadi orang yang begitu doyan makan tempe. Obama yang menghabiskan masa kecil di Indonesia ini ketagihan makan tempe dan tahu setiap kali berkunjung ke Indonesia.
| Saat berkunjung ke Yogyakarta tahun 2017 lalu, Obama mengajak keluarganya makan malam di Restoran Sasanti. Menurut sang pemilik resto, Obama memesan tempe dan tahu sampai dua kali nambah. |
Sedangkan artis Korea Selatan yang juga suka tempe yakni Kim Jung Min. Wanita cantik yang dikenal sebagai beauty ikon di Korea ini mencicip tempe untuk pertama kali dan langsung jatuh cinta dengan rasanya.
Kim Jung Min mencoba tempe goreng yang dibuat oleh Yannie Kim, youtuber asal Bekasi yang kini banyak membintangi drama Korea.
Indonesia bukan bangsa “tempe” tetapi tempe yang asli berasal dari negeri ini telah mendunia. (Kompas.com/BBC Indonesia/ns)




