Arab Saudi Geram, Iran Kembali Serang Kuwait

Rudal-rudal Iran dilaporkan menyerang pangkalan udara Kuwait namu berhasil dicegat. Saling ancam dan serang terus berlangsung di tengah nego antara wakil-wakil AS dan Iran. (foto: Antara)

PEMERINTAH Arab Saudi mengutuk keras serangan rudal dan drone Iran ke wilayah Kuwait walau dilaporkan mampu diintersepsi oleh sistem pertahanann udaranya.

Sistem pertahanan dara pasukan Amerika Serikat (AS) seperti dilaporkan CNNI, Selasa (2/6) melaporkan, berhasil menjatuhkan dua rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait.

Kemlu Saudi menyatakan, negaranya mengecam serangan-serangan tersebut yang melanggar kedaulatan Kuwait dan bertentangan dengan hukum internasional serta Piagam PBB.

“Kerajaan menegaskan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini merusak upaya internasional untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan,” demikian isi pernyataan yang dikutip dari Arab News.

Saudi juga menyatakan solidaritasnya dengan Kuwait, pemerintahnya, dan rakyatnya, serta menegaskan kembali dukungan penuhnya atas semua langkah yang diambil Kuwait untuk menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan rakyatnya.

Sebelumnya, Kemhan Kuwait melaporkan terjadi serangan-serangan rudal dan drone oleh Iran ke wilayah mereka. Kuwait kemudian mengeklaim berhasil mengintersepsi serangan itu.

Staf Umum Angkatan Darat dalam unggahannya di akun X menyebutkan, suara ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh.

Kemlu Kuwait kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “menuntut Iran bertanggung jawab penuh atas serangan keji ini”.

Sementara itu, Komando Pusat militer AS mengatakan pasukannya “berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan pasukannya yang berbasis di Kuwait,” dikutip dari AFP.

“Rudal-rudal ini segera dijatuhkan dan tidak ada personel Amerika yang terluka,” katanya dalam sebuah unggahan di X.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku bahwa mereka telah menargetkan pangkalan yang digunakan oleh militer AS untuk menyerang wilayah Iran.

Lokasi pangkalan tersebut tidak disebutkan secara spesifik dalam pernyataan IRGC, yang disiarkan oleh IRIB dan media pemerintah lainnya, dikutip dari AFP.

Sementara itu pemerintah Iran memastikan kembali melanjutkan komunikasi dengan pemerintah AS untuk negosiasi menghentikan perang.

Presiden AS Donald Trump pun percaya diri bahwa kedua negara akan mencapai kesepakatan pada pekan depan

Kepada ABC News, Trump mengatakan kesepakatan yang akan dicapai Washington dan Teheran antara lain pembukaan kembali Selat Hormuz dan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata.

“Terlihat bagus,” katanya kepada kepala koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl dalam percakapan telepon pada Senin, menjawab pertanyaan terkait peluang kesepakatan.

Tarik-ulur
Situasi konflik kedua negar itu agaknya diwarnai tarik-ulur kedua belah pihak untuk mendapatkan keuntungan, jika tidak secara militer, secara politik, agar muka terselamatkan dan rakyat mendukung.

Di pihak AS, jika tidak jadi perang, bisa dianggap kemenangan, apalagi jika Iran memenuhi tuntutannya, terutama soal peghentian program nuklir dan pembukaan alur pelayaran di Selat Hormuz.

Sebaliknya, jika perang tidak berlanjut, Iran di depan rakyatnya dan juga dunia, bisa juga mengeklaim kemenangan, dengan menyebutkan AS takut, memilih damai.

Namun jika AS jadi menyerang, fakta, angka dan data di lapanganlah yang akan menentukan siapa yang menang, walau retorika dan glorifikasi tetap bisa digemakan, oleh pihak yang kalah sekali pun. (CNN/ABC/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here