Awas! Covid-19 Makin Ganas

Pasien Covid-19 terus berdatangan ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit, Kemayoran Jakarta. Jumlah pasien Covid terus melonjak sehingga fasiltas kesehatan kewalahan.

JIKA tren lonjakan angka penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini tidak bisa dikendalikan, fasilitas layanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang sudah kewalahan dikhawatirkan bakal kolaps.

Selain jumlah pasien Covid-19 di atas kapasitas  faskes pasca mudik dan arus balik Lebaran,kata Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi (Kompas, 17/6) pasien non-Covid seperti diare, tifus dan kardiofaskular juga naik.

Sementara Epidemiolog Grifith University, Australia, Dicky Budiman mengingatkan, tren naiknya jumlah orang terpapar Covid-19 akhir-akhir ini belum sampai puncaknya yang diperkirakan, awal Juli nanti.

Untuk itu, demi menyelamatkan lebih banyaknyawa warga, pemerintah pusat dan daerah harus cepat melakukan langkah pencegahan agar pandemi tidak meluas dengan memperketat pembatasan sosial atau lockdown.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sejumlah provinsi Indonesia dalam pekan terakhir ini mengalami lonjakan kasus Covid-19 signifikan a.l. Papua (967 persen), Sulawesi Tenggara (205 persen), DKI Jakarta (123 persen), Sulawesi Selatan (82 persen), Maluku (81 persen) dan Jawa Tengah (73 persen).

Pada Kamis (17/6) pertambahan harian Covid-19 nasional tercatat 12.624 kasus  atau mencapai rekor tertinggi setelah puncaknya  pada 30 Januari 2021 dengan 14.518 kasus, sedangkan angka kematian pada hari yang sama 277 orang atau lebih tinggi dari angka tertinggi sebelumnya pada 4 April lalu sebanyak 227 orang.

Jakarta Pecahkan Rekor

Di wilayah ibukota, pertambahan kasus Covid pada pekan terakhir ini juga mencapai rekor tertinggi. Pada Kamis (17/6) tercatat  4.144 kasus, dibandingkan antara 10 – 16 Juni antara 1.502 sampai 2.722 kasus).

RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran, Jakarta , Kamis (17/6) sudah diisi 5.812 pasien atau 72 persen dari kapasitas, padahal baru dua hari lalu kapasitasnya ditambah 1.400 bed lagi di Tower 8 untuk 7.400 pasien.

Kasus-kasus pasien yang “dipingpong” karena kesulitan mendapatkan ruang rawat inap di RS  juga dilaporkan di berbagai wilayah di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat dimana BOR (keterisian tempat tidur) sudah mencapai rata-rata di atas 80 persen.

Yang mencemaskan lagi, kata Dicky, karena keterbatasan testing dan tracing (pengetasan melalui swab antigen atau PCR  dan pelacakan), membuat kasus Covid-19 bagai fenomena gunung es yang hanya tampak di permukaan.

Di ibukota saja, yang cakupan tesnya tertinggi di Indonesia, diperkirakan jumlah orang yang terpapar bisa sampai 12 kali dari yang tercatat atau dilaporkan.

Jadi bisa dibayangkan, jika kasus orang terpapar di seluruh Indonesia sampai Kamis (17/6) berjumlah sekitar 1,95 juta orang, berapa angka korban sesungguhnya?

Perketat kepatuhan pada prokes 5M dan segera ikuti vaksinasi jika sudah ada peluang!

 

 

 

Advertisement