RIYADH, – Konflik di Yaman telah merenggut 1.500 nyawa lebih dan melukai sekitar 6.000 orang, sejak pasukan koalisi menyerang pemberontak Houthi yang mengkudeta pemerintahan Yaman.
Arab Saudi pekan lalu mengumumkan rencana gencatan senjata untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan agar mencapai warga sipil yang terkepung di dalam area konflik.
Namun , satu jam menjelang diberlakukan jeda kemanusiaan atau gencatan senjata 5 hari, terhitung Jam 11 malam, Selasa (12/5/2015), Pasukan Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengempur habis-habisan Pemberontak Houthi di Yaman.
Gencatan sejata dimulai diumumkan oleh Ahmed Asseri, juru bicara koalisi, yang telah menyerang pemberontak Houthi Yaman sejak 26 Maret 2015 lalu.
Selama gencatan senjata berlangsung, tidak boleh kapal yang masuk ke Yaman kecuali sudah berkoordinasi dengan pasukan koalisi. Kapal Iran yang berencana memasuki Yaman untuk mengirim bantuan dilarang oleh Pasukan Koalisi.
“Iran diizinkan mengirim pasokan bantuan kemanusian ke Yaman melalui PBB,” jelas Ahmed seperti dikutip dari Xinhua
Membalas serangan Koalisi, pasukan pemberontak Houthi menyerang Kota Jezan, Perbatasan Saudi. Jubir Koalisi menegaskan kesiapan pasukannya membalas serangan itu.




