JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 5.231 warga masih bertahan di pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 27 November 2025.
Ribuan pengungsi tersebut hingga kini belum dapat kembali ke rumah mereka.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat para pengungsi berasal dari 1.509 kepala keluarga (KK) yang saat ini masih tersebar di dua wilayah terdampak.
Sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan jumlah 4.843 orang, sementara 388 orang lainnya berada di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan terbaru dari laporan lapangan.
“Data ini merupakan update per 10 Maret 2026 pukul 17.00 WIB,” ujarnya dalam laporan yang diterima Selasa (10/3).
Menurutnya, berbagai langkah penanganan bencana terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait, baik dalam penanganan pengungsi maupun upaya pemulihan wilayah terdampak.
Pusdalops mencatat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 itu sebelumnya melanda 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Beberapa di antaranya meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, dan Sibolga, serta kabupaten seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memperbarui data pengungsi secara berkala seiring proses penanganan serta pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.





