Qurban Olahan Abon Solusi saat Pandemi, Chef Ragil: Kualitas Daging Lebih Terjaga

JAKARTA – Menjelang Idul Adha 2021 dengan melonjaknya angka penularan COVID-19 terutama varian baru yang mulai muncul di berbagai provinsi di Indonesia membuat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melakukan konferensi pers berupa terobosan baru untuk berqurban dalam bentuk daging olahan berbentuk abon agar secara aman tanpa adanya kerumunan melalui konferensi pers dan launching program “Abon Kita Qurban IZI”.

Diselenggarakan di Kantor Pusat IZI dan juga disiarkan lewat streaming youtube dimana dihadiri oleh Wildhan Dewayana selaku Direktur Utama IZI, Haryono selaku Ketua Qurban IZI 1442 Hijriah, serta Ahli dan Praktisi Kuliner Indonesia, Chef Ragil.

Wildhan menyampaikan ditengah pandemi ini, Abon Kita Qurban IZI bertujuan agar pelaksanaan ibadah qurban berlangsung aman, mudah, dan tanpa kehilangan esensi serta maknanya. Diantaranya agar aman bagi mudhohi (pequrban) dan penerima manfaat karena tidak perlu berkerumun, kemudian aman bagi panitia dan produknya karena bisa kita kelola manajemen pengolahannya agar senantiasa tunduk pada protokol kesehatan,” ungkap Wildhan.

Produk Abon Kita Qurban IZI juga sudah sesuai kepada opini Dewan Pengawas Syariah IZI yang mengacu kepada Fatwa MUI No. 37 2019 tentang diperbolehkannya pengawetan dan pendistribusian daging qurban dalam bentuk olahan.

“Dengan diawetkan dalam bentuk daging olahan (abon) maka masa usia dari daging olahan itu sendiri jauh lebih lama sehingga diharapkan produk ini dapat menjangkau wilayah – wilayah yang jauh yang tidak mungkin dijangkau ketika kita mendistribusikan daging qurban fresh meat atau daging segar,” tambah Wildhan.

Rencananya Abon Kita Qurban IZI ini akan disalurkan kepada penerima manfaat di seluruh Indonesia terutama wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan juga wilayah-wilayah yang terdampak bencana gempa di awal tahun 2021, seperti Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Ahli dan Praktisi Kuliner Indonesia, Chef Ragil turut menyampaikan pandangannya mengenai hal ini. Menurutnya, daging qurban sapi dalam bentuk abon sangat praktis karena bisa langsung dikonsumsi serta diberikan selama dan sesudah waktu qurbannya. Sangat fleksibel dan mudah dalam pendistribusiannya karena kualitas daging dapat lebih terjaga sampai ke penerima qurbannya.

“Abon Kita Qurban IZI ini disiapkan dan dimasak hingga kering dengan menggunakan rempah-rempah yang baik, dan pemasakan yang perlahan hingga mengering, jadi waktu penyimpanan abon menjadi lebih aman untuk disimpan lebih lama,” tambahnya.

Advertisement