BENGKULU – Bencana banjir dan longsor membuat sebanyak enam desa di Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Bengkulu terisolir.
Bupati Seluma, Provinsi Bengkulu Erwin Octavian mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak sejak Senin malam telah bergerak untuk melakukan evakuasi dan pendataan warga yang terdampak bencana tersebut.
Erwin memastikan pembersihan jalan yang tertimbun tanah dan material lainnya akibat banjir dan longsor ditargetkan selesai Selasa petang, sehingga pengiriman bantuan logistik dan relawan yang sebelumnya terhambat bisa dilakukan.
“Kami sudah kerahkan dua alat berat masing-masing ekskavator dan loader untuk membuka dan membersihkan material longsor yang menimbun jalan. Sekarang mereka sedang bekerja dan ditargetkan sore nanti jalan sudah normal kembali,” kata Erwin, Selasa, dikutip Antara.
Saat ini kata Erwin, jalan di Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi yang menjadi akses penghubung ke desa lainnya sudah mulai bisa dilalui namun untuk sementara baru terbuka bagi kendaraan roda dua.
Selain itu, Erwin menyebut pihaknya juga telah mengerahkan petugas untuk segera membangun jembatan darurat di Desa Arang Sapat yang sebelumnya ambruk akibat derasnya arus banjir.
Banjir dan tanah longsor ini juga membuat aliran listrik di enam desa tersebut hingga saat ini masih padam.Banjir dan tanah longsor ini terjadi setelah beberapa daerah di Provinsi Bengkulu diguyur hujan deras sejak Senin siang, namun saat ini air mulai berangsur surut.
Sementara ini, ada 17 rumah warga di enam desa tersebut yang terdampak banjir dan tanah longsor, namun hingga saat ini belum diterima adanya laporan korban jiwa.





