1.560 Bencana Alam Landa Indonesia hingga 15 Juli

Ilustrasi Desa Nelemadika, Kec. Ile Bolang, Kab. Flores Timur rata dengan tanah diterjang banjir bandang dan longsor (4/4). Lebih 150 orang tewas akibat bencana banajir bandang, longsor dan Topan Seroja yang melanda NTB (2/4) dan Flores Timur, NTT (4/4)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.560 bencana alam telah terjadi di Tanah Air dalam rentang waktu 1 Januari hingga 15 Juli 2021.

Kejadian bencana alam yang mendominasi akibat faktor hidrometeorologi meliputi banjir, puting beliung, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.

Secara rinci pada periode itu terjadi bencana alam banjir sebanyak 651 kejadian, puting beliung 428 kejadian, tanah longsor 318 kejadian, dan karhutla 118 kejadian. Kemudian, gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian, gempa bumi 21 kejadian, dan kekeringan tiga kejadian

Berbagai bencana alam itu juga telah menyebabkan sebanyak 5.465.965 orang terdampak dan mengungsi, 498 jiwa meninggal dunia, 68 hilang, serta 12.867 jiwa luka-luka.

Bencana alam juga mengakibatkan 128.147 unit rumah rusak yang terdiri atas 15.031 rusak berat, 23.205 rusak sedang, dan 89.911 rusak ringan.

Selain itu, sebanyak 2.930 fasilitas umum rusak yang meliputi 1.370 fasilitas pendidikan, 1.213 fasilitas peribadatan, dan 347 fasilitas kesehatan. Kemudian, sebanyak 493 kantor dan 304 jembatan mengalami kerusakan.

 

Advertisement