Dua Anak Jadi Korban Banjir Bandang Ngada, Seorang Meninggal

Ilustrasi

NGADA – Dua anak menjadi  korban banjir bandang dan longsor di desa Malapedho, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur,  seorang meninggal dan satu orang lainnya selamat.

“Tim yang terdiri dari BPBD, aparat TNI dan Polri di Ngada dipimpin Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi berhasil menemukan dua korban berusia anak-anak yang menjadi korban bencana alam di Ngada,” kata Kasat Reskrim Polres Ngada IPTU. I Ketut Rai Artika saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Sabtu pagi.

Hal ini disampaikannya terkait perkembangan pencarian korban bencana alam di Kabupaten Ngada yang mengakibatkan lima rumah tertimbun longsor.

Dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bernama Milka berusia empat tahun, sementara satu orang lain lainnya ujar dia bernama Neymar Gata, berusia 7 tahun, berjenis kelamin pria dan seorang pelajar SD keduanya kakak beradik.

“Milka dan Neymar ini adalah kakak adik kandung. Korban bernama Neymar hanya mengalami patah kaki kiri,” tambah dia.

Rai juga menambahkan bahwa kejadian longsor terjadi sekitar pukul 00.30 Wita dini hari, saat semua orang sedang lelap tertidur.

Setelah kejadian tersebut warga bersama tim pencarian terhadap korban yang hilang, langsung mencari korban, namun proses pencarian terhadap para korban terhambat karena suasana di lokasi bencana gelap gulita.

 

Advertisement