Paris-Presiden Palestina Mahmud Abbas menuding Israel sebagai biang dari perubahan iklim. Hal itu disampaikan pada perjanjian iklim Paris di KTT iklim PBB
Dalam pidatonya pada penandatangan hasil ratifikasi kesepakatan perubahan iklim tersebut, Abbas mengatakan bahwa Israel telah merusak iklim Palestina dengan pendudukan mereka.
Seperti dilansir AFP, Jumat (23/4), Abbas mengatakan pendudukan Israel di Palestina telah menghancurkan lingkungan di Palestina.
Dalam acara penandatangan kesepakatan nuklir yang dilakukan 175 negara itu, Abbas juga mendesak bantuan dunia untuk menghentikan tindakan Israel yang merusak.
Tolong bantu kami menghentikan pendudukan dan menghentikan pembangunan permukiman,” kata Abbas.
Palestina adalah satu dari 15 negara yang segera meratifikasi kesepakatan penanganan pemanasan global. Palestina dalam hal ini bertindak sebagai negara pengamat, status yang diperoleh tahun 2012 di PBB, memungkinan mereka bergabung dengan konvensi dan perjanjian internasional.
Menanggapi pernyataan tersebut, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menuduh Abbas telah menunggangi PBB untuk menyerang Israel.
“KTT Iklim seharusnya merupakan bentuk persatuan global demi masa depan planet. Namun, Presiden Abbas mengeksploitasinya di panggung internasional untuk mempengaruhi internasional,” kata Danon.
Sebelumnya pada Kamis, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, mengatakan upaya mereka untuk mewujudkan resolusi PBB demi menghentikan pembangunan permukiman ilegal Israel dihentikan sementara agar fokus pada inisiatif iklim yang diperoleh dalam KTT Desember lal





