Berkaca dari Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 hendaknya dijadikan pemicu semangat bagi segenap komponen bangsa: politisi, birokrat di pusat mau pun daerah, dan rakyat untuk memperbaiki tata kelola serta kehidupan bangsa dan negara.

WALAU belum sepenuhnya lepas dari Covid-19, tren penyebarannya sudah jauh mereda, sehingga jika publik tetapĀ  mematuhi prokes danĀ  pemerintah meningkatkan testing dan tracing serta vaksinasi, diharapkan penyakit akibat virus SARS-CoV-2 itu terkendali.

Berdasarkan pengalaman saat dunia dilanda pandemi virus Flu Spanyol pada 1918 yang sampai kini masih ada, cuma lambat laun berubah menjadi endemi yang berjangkit di wilayah tertentu saja secara musiman.

Walau ancaman munculnya varian virus baru akibat mutasi masih ada, misalnya varian Alpha (B1.1.7) asal Inggeris, Beta (B.1351) asal Afsel, Gamma (P.1) asal Brazil, Delta (B.1.617.2) asal India dan varian Mu (B.1.621) asal Kolumbia, efikasi vaksin-vaksin yang tersedia masih ampuh untuk mencegahnya.

Untuk itu ajakan Menag Yaqut Cholil Quomas pada masyarakat Indonesia agar bisa mengambil hikmah dari situasi pandemi Covid-19 perlu disimak.

“Sebagai bangsa yang religius, kita harus mampu mengambil hikmah dan berkah, bencana pandemi Covid-19 dapat mendorong lebih kuat sisi humanisme dan keimanan kita,” kata Yaqut saat membuka seminar virtual yang digelar Pesparani Katolik (2/10) lalu.

Menag berharap agar masyarakat tidak kehilangan harapan di tengah pandemi Covid-19, karena dengan demikian kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik ke depannya bisa diwujudkan.

Ia juga mengingatkan, pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya usai di Tanah Air walau berbagai upaya penanganan pandemi sudah dilakukan.

ā€œJangan menyerah. Kita harus bangkit dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan selalu mematuhi arahan dari pemerintah,” pintanya.

Tentu saja, selain masyarakat yang diharapkan tidak kehilangan harapan dan tetap bersemangat tinggi, komitmen, keteladanan dan ketulusanĀ  para politisi, baik yang di parlemen, birokrasi mau pun pimpinan daerah dituntut pula.

Tidak bisa dipungkiri, di tengah keprihatinan akibat pandemi, masih ada saja pejabat ata politisi yang cuma tampil sebatas retorika, mengejar citra, diam-diam malah ikut menilap uang negara, bahkan juga dana bansos yang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkannya.

Ayo, para pemimpin, bangkit bersama rakyat dari keterpurukan yang dialami selama pandemi!

 

 

 

 

 

Advertisement