Ancaman Konflik di Kaukasus

Potensi konflik muncul lagi antara Iran dan Azerbaijan, tercermin dari latgab militer yang digelar Iran dekat perbatasan pada 2 Okt. lalu.

AZERBAIJAN, negeri di wilayah Kakukasus, bagian Asia Tengah yang terlibat perang dengan tetangganya sesama negara sempalan Uni Soviet , Armenia September sampai November tahun lalu, kini berkonflik dengan Iran.

Iran seperti dilaporkan Reuters, menggelar latihan besar-besaran di wilayah barat laut negeri itu dekat tapal batas dengan Azerbaijan dengan mengerahkan tank-tank, artileri berat, sejumlah pesawat tempur, drone dan helikopter.

Pihak Iran mengklaim, latihan yang digelar di wilayah kedaulatannya adalah suatu yang wajar-wajar saja, sebaliknya Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mempertanyakan, kenapa latihan itu dilakukan dekat perbatasan dengan negaranya dan kenapa sekarang?

Dari sisi geopolitik, Iran, Turki dan Israel serta Rusia adalah negara-negara yang saling berebut hegemoni di kawasan Timur Tengah di tengah konflik, baik dalam konteks Israel  melawan kubu negara-negara Arab mau pun sengketa dengan negara sekubu.

Dalam konflik antara Armenia dan Azerbaijan terkait perebutan wilayah kantong Nagorno-Karabakh di Azerbaijan yang dihuni mayoritas etnis Armenia pada 2021, Turki dan Israel berada di belakang Azeri, sementara Iran dan Rusia mendukung Armenia.

Pasukan Azeri yang lebih besar jumlahnya dan juga berkat drone-drone serang Bayraktar-2 dan Anka S buatan Turki serta drone Kamikaze Harop (Harpy 2) Israel, memenangkan perang sehingga Nagorno Karabakh sepenuhnya mereka kuasai, sedangkan etnis Armenia mengungsi ke Armenia.

Iran sendiri sudah lalu menaruh kekesalan pada Azerbaijan yang menjalin hubungan baik seteru utamanya, Israel, bahkan juga menerima pasokan persenjataan dari negara Yahudi itu.

Menlu Iran, Hosein Amir-Abdollahian dan mitra kerjanya, Menlu Armenia Ararat Mirzoyan di Teheran (4/10) lalu juga menyataan kecemasannya atas kehadiran Israel yang semakin kokoh di Azerbaijan.

Militer Iran dan Azerbaijan

Dari anggaran militer, menurut catatan SIPRI 2020, anggaran belanja militer Azerbaijan hanya sekitar 2,3 miliar dollar AS (sekitar Rp32,7 triliun), dibandingkan Iran yang mencapai 17,4 miliar dollar ( Rp248 triliun).

AB Azerbaijan didukung 450.000 anggota tentara termasuk cadangan, atau hanya separuh dari jumlah tentara Iran yang totalnya mencapai 960.000 orang.

Matra darat Azerbaijan a.l. didukung 665 tank (T-55, T-72 dan T-90) dan sekitar 1.650 kendaraan lapis baja  seri BTR-40, BTR-60 dan BTR-80 dan BMP-2, 700 pucuk meriam tarik dan 237 pucuk meriam swagerak serta 196 peluncur roket

AU Azerbaijan didukung 127 pesawat seperti pesawat tempur MiG-29, Sukhoi SU-24 dan SU-25 serta 25 heli serbu MI-2 dan MI-35 sedangkan matra lautnya mengoperasikan 37 kapal perang terdiri dari satu fregat , empat kapal selam, kapal-kapal patroli dan pendukung lainnya. Hampir seluruh alutsista Azeri buatan Rusia atau eks-Soviet.

Sebaliknya, dari jumlah, koleksi alutsista Iran jauh lebih unggul. AD-nya didukung 2.500 tank sebagian buatan lokal seperti Zulfikar dan Karrar serta 1.625 kendaraan lapis baja, 4.100 meriam tarik dan 570 pucuk meriam swagerak.

Di udara, Iran mengoperasikan sekitar 850 pesawat. Akibat embargo negara-negara Barat sejak 1979,  negara ini masih menggunakan pesawat-pesawat tempur lawas buatan AS seperti F-14 Tomcat, F- 4 Phantom, F-5E Tiger, dan Mirage F-1 (Perancis) serta MiG-29 (Soviet).

Armada Laut Iran dengan 400-an kapal juga masih menggunakan kapal-kapal perang lawas kelas fregat dan korvet buatan AS, Inggeris atau Perancis serta 40 kapal selam, sebagian kelas Kilo eks- Soviet dan Fateh buatan galangan dalam negeri.

Namun perbandingan kekuatan militer kedua negara belum bisa digunakan untuk patokan, siapa yang keluar sebagai pemenangnya jika perang pecah, karena perang saat ini bersifat asimetris, sarat dengan teknologi dan juga proksi, atau ada pihak-pihak yang mengendalikan  di belakangnya.

 

 

 

 

 

rsia itu.

Advertisement