
VARIAN baru virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yakni Mu (B.1.621) asal Kolombia belum terdeteksi di tanah air, namun demikian kehadirannya harus terus dipantau agar tidak memicu serangan gelombang ke-3.
“Sampai hari ini belum ditemukan kasus Mu di Indonesia, tetapi kita harus tetap waspada karena beberapa negara seperti Jepang, AS dan Inggeris sudah melaporkannya, “kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P3ML), Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi (13/10).
Kasus-kasus paparan Covid-19 di Indonesia sejauh ini masih didominasi oleh virus Delta (B.1.617.2) asal India dan Alpha (B.117) asal Inggeris yang tingkat penularannya jauh lebih tinggi ketimbang Mu.
Menurut Nadia, pemerintah terus meneliti berbagai varian baru yang muncul, termasuk dampaknya terhadap efikasi vaksin, penularan dan risiko kematian, penanganannya dan juga pendiagnosaannya.
Selain itu lalu-lintas manusia terutama dari negara-negara yang berinteraksi lebih intens seperti negara jiran dari Malaysia dan Singapura harus diawasi secara ketat, termasuk memberlakukan karantina bagi pendatang dari luar negeri.
Pemerintah juga sedang terus berupaya meningkatkan jumlah serta kapasitas laboratorium untuk melakukan “whole genome sequencing” (WGS) atau pengurutan genom secara menyeluruh guna menentukan kode genetik varian virus baru.
Antisipasi Gelombang ke-3
Sedangkan Epidemiolog dari Propinsi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan meminta semua pihak mewaspadai potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 terutama penyebaran varian Mu yang disebut-sebut lebih menular dan mematikan.
Yang mencemaskan, menurut Wildan, banyaknya pelabuhan-pelabuhan “tikus” penyeberanga dari dan ke wilayah negara tetangga sehingga orang yang lalu-lalang tidak terdeteksi.
Keberadaan virus Mu yang dikategorikan sebagai “Variant of Interest” (VOI) yang harus diteliti karena mampu meloloskan diri dari kekebalan tubuh yang dibentuk melalui suntikan vaksin juga diiingatkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Vaksinasi masal yang dilakukan secara global terbukti mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan terbentuknya herd immunity , namun munculnya varian-varian baru virus corona akibat terjadinya mutasi secara masif yang bisa meloloskan diri dari vaksin juga cukup mengkhawatirkan.
Dalam bulletin mingguannya, WHO menyebutkan, varian Mu yang mirip varian Beta (B.1.351) asal Afrka Selatan termasuk dalam “Varian of Interest’ yang mampu menghindari antibodi (dibentuk vaksin) sudah terdeteksi keberadaannya di 43 negara.
Waspada! Badai Covid-19 belum berlalu, hanya reda sewaktu.




