Penyandang Diabetes Melonjak

Hari Diabetes Sedunia (WDD) diperingati tiap 14 Nov. Penderita diabetes di Indonesia saat ini sekitar 10,8 juta orang dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

HARI Diabetes Dunia (WDD) yang diprakasai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperingati setiap 14 November sejak 1991, menjangkau lebih satu miliar orang di 160 negara dalam upaya membangkitkan kesadaran terhadap ancaman penyakit tersebut.

Tujuannya untuk menarik perhatian dunia terkait isu-isu seputar diabetes dan membuatnya menjadi sorotan publik melalui kampanye yang digelar di tengah WDD.

WDD yang bertepatan dengan hari kelahiran penemu insulin, Sir Frederick Banting, dijadikan platform untuk kampanye upaya advokasi International Diabetes Federation (IDF) yang memayungi lebih 230 asosiasi di 170 negara.

Selain itu WDD juga dijadikan sebagai wahana penggerak global untuk mempromosikan pentingnya aksi terpadu untuk mengatasi diabetes sebagai isu kesehatan global dengan tema berbeda setiap tahun.

Perlunya perhatian terhadap diabetes atau kencing manis, mengingat di Indonesia saja penderitanya saat ini sekitar 10 juta orang, menjadi penyakit pembunuh ketiga setelah stroke dan penyakit  jantung.

Bahkan jika tidak diantisipasi dan ditangani dengan serius, termasuk menjaga pola makan dan hidup, diabetes menurut Konsultan Endoktrin, Metabolik, Diabetes dr. Susie Setyowati, penderita diabetes pada 2030 bisa sampai 30 juta orang.

Namun menurut dr. Susie, penyakit kronis tersebut walau tidak bisa disembuhkan,  tapi bisa dikendalikan agar tak terjadi komplikasi.

Menjaga asupan makan, olahraga serta stop merokok yang dapat menyebabkan komplikasi terutama bagi penderita jantung serta mengurangi berat badan bisa menekan risiko diabetes.

IDF mencatat (sampai Mei 2021) 426 juta warga dunia terkena diabetes, sedangkan Indonesia pada urutan ke-7  dengan 10,8 juta pengidap, bahkan kata Ketum Perkumpuan Endokrinologi Indonesia Prof. Dr dr Ketut Suastika, pada 2045 bisa mencapai 16,7 juta orang.

Diabetes terjadi akibat tubuh tidak bisa memproses seluruh gula (glukosa) dalam darah, sehingga bisa memicu serangan jantung, darah tinggi, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi anggota tubuh.

Makanan dalam tubuh mengurai karbohidrat menjadi gula (glukosa) dan memproduksi insulin pada pankreas yang lalu memerintahkan sel tubuh untuk menyerap gula menjadi energi.

Gagal Menghasilkan Insulin

Diabetes terjadi jika insulin tidak dihasilkan atau tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan gula menumpuk di darah kita.

Pada diabetes tipe I, pankreas tidak menghasilkan insulin sehingga glukosa menumpuk pada aliran darah. Penyebabnya,  kelainan genetika atau infeksi virus yang merusak sel penghasil insulin di pankreas.

Sedangkan pada diabetes tipe 2 yang mayoritas dialami usia setengah baya atau lansia , terjadi karena pankreas tak cukup menghasilkan insulin atau tidak bekerja dengan baik sehingga tubuh tidak bisa menyerap glukosa.

Diabetes tipe 2 juga banyak dialami orang yang kurang bergerak atau olahraga, etnis tertentu  di Asia Selatan, China, Karibia dan kulit hitam atau kalangan usia muda yang kelebihan berat.

Sekitar enam sampai 16 persen perempuan hamil berpotensi  menderita diabetes gestational saat  tubuh mereka tidak menghasilkan cukup insulin bagi diri dan bayinya.

Orang yang didiagnosa berada pada fase pra-diabetes, juga dapat meningkat ke diabetes jika terjadi peningkatan kadar glukosa di darah.

Gejala diabetes yang umum a.l mudah lelah, sering haus dan  buang air kecil malam hari, kehilangan berat badan, sering sariawan, penglihatan mengabur dan luka yang tak sembuh.

Jika sudah terkena, diabetes sukar disembuhkan, namun demikian, penyandangnya bisa tetap menjaga kualitas hidup dengan menerapkan pola makan dan hidup sehat. (Berbagai sumber)

 

 

 

 

Advertisement